JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Sehubungan dengan adanya persoalan penyakit Covid 19 yang sebagaimana kita ketahui bersama bahwa telah menjadi penyakit berbahaya dan mematikan sehingga menjadi ancaman nyata bagi kelangsungan hidup masyarakat dunia saat ini, dimana secara khusus juga sebagaimana masyarakat Indonesia dan masyarakat Papua pada khususnya.

Disisi lain juga kita perlu ketahui bersama bahwa dampak ancaman nyata penyakit Covid 19 ini telah memutuskan mata rantai hubungan sosial, menimbulkan kecurigaan sosial, penghindaran sosial, kehati-hatian, dan ketakutan, sehingga bisa menimbulkan konflik sosial yang nyata.

Berkaitan dengan dampak hubungan dan konflik sosial inilah kami keluarga besar Marga TRUKNA yang berasal dari Distrik Alemsong Kabupaten Pegunungan Bintang, dapat menyampaikan sikap kami terkait pencemaran nama baik Keluarga Kami yang dilakukan oleh Pihak Kesehatan Rumah Sakit Umum Kabupaten Yahukimo terhadap anak kami Bitinus Trukna Umur 19 tahun yang sebagaimana diketahui oleh kami keluarga TRUKNA bahwa pasien sebenarnya menderita sakit penyakit INFEKSI TITANUS di Kaki Kanannya oleh karena pasien terkena Tembakan Peluru Senapan yang tertanam di kakinya semenjak tahun 2003 atau selama 16 tahun 4 bulan.

Namun pihak Kesehatan Rumah Sakit Umum Yahukimo telah melakukan kesalahan pemeriksaan terhadap inti kesakitan pasien, sehingga pihak RSUD Yahukimo telah memvonis dan telah menyampaikan secara terbuka kepada publik bahwa pasien atas nama Bitinus Trukna telah dinyatakan POSITIF COVID 19 karena terbukti telah mengalami gejaga COVID 19 berdasarkan hasil analisa gejala yang dialami oleh pasien. Sehingga pasien harus dipindahkan dari ruangan UGD RSUD ke ruangan khusus (karantina) pasien positif Covid 19. Hasil pemeriksaan dan pengumuman ini terjadi di RSUD Yahukimo pada hari Selasa 5 Mei 2020.

Pasien terinfeksi titanus dan jatuh sakit berat yang mengancam nyawa di Dusun Alemsong Pegunungan Bintang. Hal ini mengakibatkan saya YOEL TRUKNA selaku ayah kandung dan orang tua Pasien harus mengantarkan pasien dalam keadaan emergency dengan Perahu Katinting dari Dusun Alemsong melewati sungai Omakut, Mabul, , hingga kami tiba di Logpon Dekai Yahukimo dan selanjutnya diantarkan oleh pihak medis menuju UGD RSUD Yahukimo.

Perjalanan kami dari Dusun Aleomsong menuju Dekai Yahukimo pada tanggal 4 hingga 5 Mei 2020. Tanggal 5 Mei 2020 kami tiba di LOGPON dan pada saat itu kami baru tahu kalau pihak kesehatan Yahukimo sudah membuka POSKO Pencegahan Penyebaran COVID 19 di LOGPON. Pasien pada saat tiba di LOGPON langsung diarahkan ke POSKO dan langsung diadakan penyemprotan pengamanan dan pemeriksaan dini, akhirnya berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap Pasien, pihak petugas langsung menetapkan hasil pemeriksaan gejala bahwa Pasien terbukti menderita COVID 19.

Sehingga akhirnya petugas POSKO melakukan komunikasi Laporan ke RSUD Yahukimo bahwa telah ditemukan salah satu Pasien penderita COVID 19 atas nama Batinus. Untuk itu pihak RSUD segera menyiapkan tindakan penanganan khusus di RSUD Yahukimo sebab Pasien dan Keluarga sedang dalam penanganan khusus dengan kendaraan dalam perjalanan menuju RSUD Yahukimo. Selasa 5 Mei 2020 kami tiba di UGD RSUD Yahukimo dan langsung diarahkan ke ruangan penanganan khusus penderita positif COVID 19.

Dampak dari hasil pemeriksaan pasien oleh pihak RSUD Yahukimo inilah telah mengakibatkan kepanikan sosial baik untuk para pasien dan pengunjung yang berada dirumah sakit, keluarga pasien di Yahukimo dan Pegunungan Bintang, serta masyarakat luas pada umumnya. Salah satunya ialah Adanya ancaman pengusiran, penyerangan, penghindaran dari para penginjil dan jemaat GJRP, masyarakat Bomela, Langda, Suntamon dan Alemsong kepada kami YOEL TRUKNA (Ayah Pasien) dan BITINUS TRUKNA (Pasien), karena mereka juga sudah memvonis dan tidak mau kami keluarga TRUKNA membawa COVID 19 ke dalam Jemaat GJRP maupun keluarga besar Bomela, Langda, Suntamon dan Alemsong.

Akibat dari tuduhan dan tekanan ini telah mengakibatkan kami keluarga TRUKNA merasa terancam dan takut atas keamanan dan keselamatan kami. Pada waktu itu memang kami sangat terancam. Kami diancam ketika keluar dari RSUD Yahukimo, keluarga Una Ukam mengancam mereka akan mencari rumah dimana kami tinggal dan membakar rumah tersebut.

Namun ketika sedang dalam keadaan rawat khusus penderita Covid 19, pada tanggal 10 Mei 2020 pihak RSUD Yahukimo melakukan tindakan pemeriksaan selanjutnya yaitu Pemeriksaan Darah Pasien beserta kami Keluarga Pasien, dimana pengambilan darah diambil pada tanggal 10 Mei 2020, Pengiriman, Penerimaan dan Pemeriksaan Hasil Darah di RSUD Dok 2 Jayapura pada tanggal 11 Mei 2020, Verifikasi dan Persetujuan Hasil Darah pada tanggal 12 Mei 2020. Terbukti Hasil Darahnya Pasien dinyatakan NEGATIF COVID 19. Pada akhirnya Pasien ditetapkan hanya menderita penyakit infeksi titanus dan dapat mendapatkan pelayanan OPERASI LUTUT yang terkena PELURU dan selanjutnya menunggu pelayanan kesehatan selanjutnya hingga sembuh dan pulang bersama keluarga ke rumah. Terbukti surat keterangan hasil pemeriksaan Tes Darah yang telah diserahkan oleh pihak RSUD Yahukimo kepada kami pada tanggal 29 Mei 2020 di RSUD Yahukimo.

Berdasarkan hasil pemeriksaan KEDUA, maka kami keluarga TRUKNA merasa terkhianati oleh pihak RSUD Yahukimo karena telah mengumumkan hasil pemeriksaan PERTAMA yang pada hal seharusnya masih harus menunggu hasil pemeriksaan Tes Darah sehingga bisa mengumumkan hasil yang benar kepada keluarga dan publik. Terkait hal ini menurut kami pihak keluarga, pihak RSUD Yahukimo telah melakukan kesalahan yaitu pencemaran nama baik serta menciptakan keadaan yang turut membawa ancaman kehormatan, keamanan dan keselamatan bagi Pasien dan kami sebagai orang tua (Ayah Pasien) maupun keluarga TRUKNA dimanapun berada.

Dengan demikian maka berdasarkan bukti tindakan yang dilakukan oleh pihak RSUD Yahukimo kepada kami Keluarga Besar TRUKNA, maka kami meminta dan menuntut kepada Pimpinan RSUD Yahukimo supaya dapat bertanggungjawab penuh terhadap tindakan pencemaran nama baik dan ancaman keamanan yang dilakukan oleh ulah pihak Medis RSUD Yahukimo terhadap kami keluarga Trukna. Untuk itu kami dapat menyampaikan pernyataan sikap dan permintaan kami:

Pertama: Kami keluarga Trukna sebagai keluarga Pasien atas nama BITINUS TRUKNA menyampaikan bahwa kami sangat kesal, sakit hati, marah kepada pihak kesehatan RSUD Yahukimo atas tindakan penyebaran BERITA BOHONG kepada Publik bahwa Pasien atas nama Batinus Trukna dinyatakan  positif  terkena COVID-19 padahal terbukti berdasarkan hasil pemeriksaan darah di Jayapura, Pasien terbukti dinyatakan NEGATIF terkena COVID 19. Dan Pasien terbukti hanya terkena infeksi titanus dan telah mendapatkan pelayanan kesehatan oleh pihak RSUD Yahukimo hingga sembuh dan dinyatakan dapat pulang pada hari Sabtu 30 Mei 2020. Untuk itu kami dapat menyampaikan bahwa COVID 19 itu tidak datang dari kampung, hutan, dan dusun. COVID 19 itu datang dari Kota. Kami orang kampung tidak tahu COVID 19. Jadi pihak Kesehatan harus berhati-hati untuk melihat hal ini. Jangan menciptakan isu-isu yang tidak benar.

Kedua: Kami Keluarga Besar TRUKNA meminta kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Kepala Dinas Kesehatan Yahukimo, supaya memberikan teguran keras kepada Pimpinan RSUD Yahukimo agar memberikan efek kesadaran kepada Para Pegawai kesehatan RSUD Yahukimo supaya bekerja lebih profesional lagi dalam memeriksa, verifikasi dan menyetujui hasil pemeriksaan setiap penyakit yang diderita oleh setiap pasien. Agar ke depan tidak terjadi kesalahan dalam melakukan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang pada akhirnya bisa menimbulkan konflik sosial.

Kedua: Pimpinan RSUD Yahukimo segera mengumumkan kepada publik bahwa Pasien atas Nama Bitinus Trukna tidak terkena penyakit COVID 19 (atau Hasil Pemeriksaan Negatif). Pasien hanya terkena penyakit  infeksi titanus dan sudah ditangani oleh pihak medis RSUD Yahukimo hingga sudah sembuh pada tanggal 30 Mei 2020 dan dan telah pulang bersama keluarga ke rumah di Kilo 4 Dekai Yahukimo, untuk menginap sementara dan dapat pulang ke Kampung di Distrik Alemsong Pegunungan Bintang.

Ketiga: Kami meminta DENDA NAMA BAIK kami keluarga TRUKNA kepada Pimpinan RSUD Yahukimo, demi pemulihan nama baik kami. Kami akan menunggu sikap pertanggung jawaban Pimpinan RSUD Yahukimo di Kilo 4 Dekai Yahukimo dengan pemberian batas waktu dari tanggal 2 Juni hingga 7 Juni 2020. Dan jika Pimpinan RSUD Yahukimo tidak menanggapi permintaan sikap kami, maka kami keluarga besar TRUKNA akan melakukan perang keluarga maupun akan turun melakukan aksi protes kekesalan di Dinas Kesehatan Yahukimo.

Demikian penyampaian pernyataan sikap dan permohonan kami keluarga TRUKNA atas persoalan yang kami hadapi bersama pihak kesehatan RSUD Yahukimo kepada para Jurnalis/Wartawan agar mohon kiranya dapat dilanjutkan kepada PUBLIK agar diketahui dan dipertanggungjawabkan sebagaimana mestinya demi kepentingan keadilan dan kemanusiaan di Tanah Papua.  (Demikian Pernyataan Yang Disamapaikan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here