Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw menyebutkan, dua tenaga medis yang ditembak Kelompok Sipil Bersenjata (KSB) karena ke-duanya membawa Handy Talky (HT). (Gracio )

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw menyebutkan, dua tenaga medis yang ditembak Kelompok Sipil Bersenjata (KSB) karena ke-duanya membawa Handy Talky (HT).

”Alasannya simple saja, dari pemeriksaan beberapa saksi alasanya karena mereka (KSB) tahu bahwa kedua saudara (tenaga medis) kita ini membawa HT,”katanya di Mapolda, Jumat, (29/5).

Sebenarnya lanjut kapolda, HT yang digunakan tersebut merupakan alat komunikasi ke posko induk covid-19 yang berada di Intan Jaya, Papua.

“Namun mereka curigai itu sebagai aparat keamanan dan mata-mata, bisa saja mereka (KSB) hal-hal yang sekedar mengingatkan tetapi mereka melakukan dengan begitu keras,”
“Saya boleh katakan sangat biadap itu, tidak benar,”tegas Kapolda.

Untuk itu, Kapolda meminta agar para pembuka Agama, masyarakat dapat melihat hal ini, harus objektif. Menurutnya kalau sampai para petugas ini merasa terganggu keadaan dan pikiran mereka maka perkembangan covid-19 di wilyah sana akan tidak tau seperti apa.

“Perbuatan terhadap dua oknum pegawai kesehatan agar pelakunya dikutuk. Karena sangat tidak manusiawi,”katanya.

Kapolda menyayangkan peristiwa yang menimpa tenaga medis tidak ada masyarakat (tokoh) yang bersuara terkait masalah ini. “bukan peristiwa ini saja, kasus di Nduga pada akhir tahun 2018 yang mengakibatkan 17 karyawan meninggal sampai sekarang saya belum dengar ada tokoh yang minta maaf, padahal ini jelas pembantaian,”kata Kapolda menegaskan.
(Gracio)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here