Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP., saat memberikan keterangan kepada media. (Arief / LPC)

Piter Gusbager : Sistem Pelayanan Kesehatan di Keerom Tak Berjalan Sesuai Harapan

KEEROM (LINTAS PAPUA) – Terkait dengan tuntutan pembayaran insentif tenaga kesehatan yang berujung sempat mogoknya dokter di RSUD Kwaingga serta pemalangan Puskesmas Arso Kota, Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, bersuara tegas.

Ia meminta agar Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom, untuk membayar insentif tenaga Kesehatan baik yang terkait secara langsung dan tak langsung terhadap pelayanan dan penanganan Covid-19 di Kabupaten Keerom.

‘’Terkait tuntutan para tenaga medis di Keerom agar insentif penanganan Covid-19 di Keerom, segera dibayarkan, saya sudah membaca Permenkes, tak batasan atau larangan dalam aturan tersebut untuk daerah kab/kota untuk tidak membayar tenaga-tenaga kesehatan di unit-unit lain yang tidak berhadapan langsung. Semua Nakes beresiko, jadi jangan Kadinas beralasan lalu katakan tidak bisa dibayarkan semua. Semua tenaga kesehatan beresiko terhadap penularan Covid-19, maka saya perintahkan segera bayar insentif. Titik. Tidak usaha pakai alasan macam-macam. Segera bayar,’’tegasnya kepada wartawan, kemarin.

Terkait dengan statemen tentang procedural pembayaran insentif, ia mengemukakan itu bukanlah suatu kendala. ‘’Segera bikin telaah dan usul ke bupati untuk segera dibuat Perbup sebagai payung hukumnya dan segera bayar. Anggaran sudah ada 8 milyar untuk Dinkes dari dana penanganan Covid. Jadi uang ituada, bila perlu kalau kurang kita tambah lagi, 10 milyar untuk bayar semua tenaga medis, karena untuk tenaga medis,’’tegasnya lagi.

Ia pada kesempatan tersebut juga mengemukakan bahwa masalah di dinas kesehatan sepanjang ia telah menjabat sebagai Wakil Bupati Keerom dalam setahun ini, bahwa ia melihat banyak permasalahan di dinas kesehatan yang terjadi. Bahkan sejak 2018, 2019 hingga tahun 2020 ini masalah tersebut pun masih terus saja terjadi.

‘’Bahkan saya lihat sistem pelayanan kesehatan di kabupaten keerom ini, tidak berjalan sesuai yang kita harapkan, terutama menyangkut kesejahteraan tenaga kesehatan, jadi ini bukan hal baru, hal ini bukan hanya terjadi saat Covid-19, tetapi masalah insentif dan kesejahteraan tenaga medis ini sudah terjadi beberapa waktu terakhir, dan mengakibatkan banyak dokter baik dokter umum maupun dokter spesialis itu hijrah meninggalkan Keerom, padahal itu dokter yang kita angkat dengan jatah penerimaan PNS Keerom, ini sangat disayangkan,’’ujarnya.

Hal ini tentunya sangat merugikan masyarakat dan kabupaten Keerom. Bahkan sejak awal tahun 2020, juga sudah ada pemalangan Dinkes dan gejolak di RSUD Kwaingga, juga soal intensif bagi Nakes. Bahkan Kadinas Kesehatan Provinsi sampai turun tangan ke Keerom mengatasi masalah tersebut.

‘’Artinya ini bahwa Dinkes Keerom ini bermasalah, ada yang tidak beres, terkait dengan perhatian kepada kesejahteraan tenaga kesehatan baik dokter, tenaga medis dan pekerja bidang kesehatan lain. Ini masalah lama yang kronis yang telah menjadi bagian dari system pelayanan di Keerom,’’ujarnya.

Karena itu menilai kemampuan kepala dinas untuk mengelola dinas tersebut sangat kurang bahkan tak mampu.

‘’Saya sudah bosan dan melihat bahwa kemampuan Kepala Dinas Kesehatan untuk mengelola dinas ini sudah tidak ada. Ini harus dievaluasi kepala dinasnya. Tak bisa dibiarkan karena dampaknya sangat luas, karena pelayanan kesehatan adalah pelayanan umum, pelayanan public. Ini tak bisa ditoleransi,’’lanjutnya.

Dia juga mengingatkan bahwa dalam realokasi dan dan refocussing terkait Covid, sudah jelas bahwa dinas kesehatan adalah salah satu duinas yang tak ada pemangkasan anggaran tahun ini.

‘’Jadi tidak ada alasan untuk menolak pembayaran, segera bikin telaah, buat data sesuai aturan main, lakukan verifikasi, koordinasi dengan provinsi, ajukan ke pusat dan segera bayar. Sesuai mekanisme pembayaran, uang pemerintah kab keerom punya, silakan bayar, tak usah banyak bicara, tak usah berpolemik, justru itu memalukan Pemkab Keerom di mata masyarakat,’’pungkasnya. (arif/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here