Kesan Jimmy Mak Ketika Membawa Medali Emas Bersama Tim Sepakbola PON Papua Pada PON 2004 Palembang

0
979

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Bagi para pemain-pemain sepakbola kesan dalam berkarier di lapangan hijau adalah mendapatkan juara dan bisa meraih prestasi. Hal inilah yang sangat berkesan dari seorang Jimmy Mak yang saat ini menjadi agen pemain bagi anak-anak Papua tersebut.

“Sangat berkesan dan sangat luar biasa karena sejarah mencatat cuma 2 keping medali emas untuk tim sepakbola di PON Jakarta 1993 dan PON 2004 Palembang dan saya merasakan final saat itu,” ujar Jimmy Mak. saat dikonfirmasi media ini Rabu, malam (20/05/2020).

Jimmy sedikit menceritakan pengalamannya pada saat itu Gubernur Jaap Solossa (Alm) membuat tim kecil untuk tangani sepakbola PON Papua. “Pada saat itu Pak Gub menunjuk Pak Theo Daat sebagai ketua tim kecil untuk sepakbola PON. Jadi pada saat itu kami tim sepakbola sangat diperhatikan dan segala sesuatu yang kami pemain butuhkan bisa dipenuhi,” terang mantan pemain sepakbola PON Papua angkatan Boaz Solosa itu.

Memang saat itu target Bapak Gubernur harus tim sepakbola PON Papua 2004 Palembang harus mendapatkan medali emas.

“Pada saat itu selama Treaning Center (TC) / Pemusatan Latihan. Kami di tunjuk untuk mengantikan Timnas ke Vietnam untuk LG Cup karena permintaan PSSI yang di Ketuai oleh Pak Agum Gumelar kami harus bermain dengan Pelita Jaya, PON DKI, Persijatim,” bilangnya.

Setelah kami kalahkan PON DKI 1-0, draw melawan Pelita Jaya 3-3 dan kalahkan Persijatim Jakarta Timur 2-1. Tim PON Papua sudah siap dan ditambah lagi kita memperkuat timnas diajang LG Cup di Vietnam dan memakai seragam timnas.

“Setelah generasi ini saya melihat sudah tidak ada lagi generasi emas. Karena kurangnya turnamen kelompok umur di Papua,” ungkapnya.

Dirinya mengaku waktu itu tim sepakbola PON Papua hanya melakukan uji coba saja di Jakarta. Kita waktu itu lama di Jakarta sebenarnya rencananya KONI menjadwalkan kita untuk harus ke Australia. Tapi PSSI menunjuk kita untuk harus melawan PON DKI, Persijatim dan Pelita Jaya.

“Persijatim,waktu itu masih bermain di Liga Divisi Utama. Disana ada Rocky Putiray, Maman Abdurahman, lawan mereka kita tim sepakbola PON Papua menang 2-1 langsung di tunjuk untuk LG Cup di Vietnam pada saat itu. Pak Agum Gumelar pada saat itu yang melepas kita di kantor PSSI,” bilangnya.

Disana juga kami bermain melawan Timnas Korea dan Timnas Vietnam. Dengan Vietnam kita dikalahkan 3-0 dan Korea Selatan kita kalah 7-0. (GM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here