Direktur RSUD Kwaingga, dr. Eka Soeci, SKM, Mkes., saat di konfirmasi (Arief /LPC)

KEEROM (LINTAS PAPUA) – Disaat  tenaga kesehatan dianggap menjadi pahlawan karena menjadi garda terdepan dalam penanganan Covid-19, justru para tenaga medis dan para dokter di RSUD Kwaingga justru merasakan hal sebaliknya. Penghargaan bagi kerja keras mereka berupa insentif ternyata menjadi sumber masalah.

Suasana sidak Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, serta pertemuan antara perawat RSUD Kwaingga Keerom dengan Wabup saat sidak pada Kamis (02/01/2019) ini. (Arief / lintaspapua.com)
Suasana sidak Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, serta pertemuan antara perawat RSUD Kwaingga Keerom dengan Wabup saat sidak pada Kamis (02/01/2019) ini. (Arief / lintaspapua.com)

Tak heran dalam 2 hari terakhir ini, RSUD Kwaingga sebagai satu-satunya RS di Kabupaten Keerom, justru mengalami kekosongan dokter. Pasalnya dokter yang ada di RS tersebut merasa insentif bagi mereka yang seharusnya diterima bagi 5 orang dokter hanya dibayarkan bagi 2 orang dokter.

‘’Memang benar sejak senin malam kemarin, RS kami mengalami kekosongan dokter. Dokter yang ada sebelumnya enggan, karena insentif penanganan Covid yang seharusnya dibayarkan untuk 5 orang dokter umum hanya tercover untuk 2 orang dokter umum,’’ujarnya.

Dengan ketidakhadiran dokter, menurutnya sangat mempengaruhi pelayanan kesehatan di RS tersebut. ‘’Untuk pelayanan kita tangani dengan maksimal sesuai keterbatasan yang ada, untuk pasien yang kemarin datang di UGD bilamana masih bisa ditangani perawat akan ditangani perawat. Untuk dalam 2 hari ini kasusnya masih bisa ditangani perawat,’’ujarnya.

Kantor Dinkes dan RSUD Kwaingga yang dipalang perawatnya serta suasana RDP antara perawat-perawat RSUD Kwaingga dengan DPRD Kabupaten Keerom, Senin (03/02/20) kemarin. (Arief / lintaspapua.com)

Ia juga menjelaskan, menyangkut insentif Covid tersebut semuanya ditangani oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom. Makanya ia, atas kondisi ini, selaku Direktur RSUD Kwaingga, telah menghubungi pihak Kadinas Kesehatan Keerom.

‘’Kami telah menghubungi Kadinkes baik melalui WA maupun tlp, namun sampai saat ini belum ada respon,’’ujarnya.

Sementara saat wartawan juga melakukan konfirmasi kepada Kadinkes, hingga berita ini dibuat belum didapatkan jawaban atas masalah tersebut. (arief/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here