Reses Dewan Ditengah Covid-19, Patrinus Sorontou Akui Banyak Terima Keluhan Soal Bantuan  Tidak Merata

0
344
Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Jayapura, Patrinus R. N. Sorontou. (Irfan /LPC)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Jayapura Patrinus R. N. Sorontou melakukan reses di sejumlah kampung yang ada di daerah pemilihan (Dapil) IV Kabupaten Jayapura, Jumat (15/5/2020) pekan kemarin.

Reses merupakan salah satu agenda wajib yang harus dilakukan bagi anggota DPRD diluar kegiatan sidang yang bertujuan untuk menyerap aspirasi serta keluhan dari masyarakat di Dapil masing-masing dan juga sebagai ajang silaturrahmi.

Kegiatan reses yang dilakukan oleh politisi PDI Perjuangan Kabupaten Jayapura ini lain daripada yang lainnya, uniknya reses ini dilakukan ini dari kampung ke kampung dengan cara memberikan edukasi Covid-19 sekaligus membagikan sembako. Reses ini dilakukan di kampung-kampung yang ada di Distrik Depapre dan Distrik Yokari.

Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Jayapura, Patrinus Sorontou mengatakan, jika reses ini sebagai media untuk menjaring aspirasi masyarakat, ditambah lagi saat ini sedang menghadapi dampak pandemi Covid-19.

Lanjut Patrinus, rses di masa pandemi saat ini anggota DPRD Kabupaten Jayapura bagi-bagi sembako dan banyak menyerap aspirasi warga terkait penyaluran dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan bantuan sembako yang dianggap tidak merata.

Pria yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jayapura itu juga menyampaikan, selama masa resesnya di kampung-kampung yang ada di Distrik Depapre dan Distrik Yokari Kabupaten Jayapura, dirinya bersama anggota dewan lain lebih banyak memberikan bantuan sembako ke masyarakat, berbeda dengan tahun sebelumnya yang lebih banyak lakukan diskusi dengan warga masyarakat untuk serap aspirasi mereka.

“Selain pemberian bantuan sembako, kita lebih banyak lakukan sosialisasi tentang Covid-19. Dulu kita lebih banyak lakukan pertemuan, tapi disaat ini masyarakat lebih membutuhkan bahan makan (bama). Jadi kita berikan bantuan sembako agar tidak pergi ke kota,” jelasnya kepada media online ini, Jumat (15/5/2020) di Kantor DPRD Kabupaten Jayapura, Gunung Merah Sentani.

Selian itu, kata Patrinus pihaknya juga tidak bosan-bosan terus berikan Imbauan agar masyarakat kembali mengembangkan pangan lokal seperti sagu, keladi, betatas. Termasuk kembali berkebun memanfaatkan lahan pertanian yang ada, termasuk membantu pemerintah menyuarakan soal protokol covid seperti tidak ke kota dan lakukan pembatasan aktivitas dengan tetap jaga jarak.

“Ada juga aspirasi dari mereka soal bantuan BLT dari pemerintah daerah, kata mereka ada yang sudah dapat bantuan tunai 600 ribu dan ada juga yang belum dapat, terus bantuan yang masuk tidak sesuai dengan jumlah data yang ada,” katanya.

Ia mencontohkan, keluhan dari masyarakat kampung meukisi dari data 107 yang berhak menerima bantuan, namun bantuan yang datang hanya 45 paket bantuan, termasuk di kampung endokisi bantuan hanya diterima 29 paket bantuan, yang seharusnya jumlahnya 35 paket dari data yang diusulkan sebelumnya.

“Karena ada keluhan itu dan demi membantu pemerintah dan menghindari ada keributan, makan kita bantu untuk menutupi kekurangannya. Juga supaya jangan ada komplein dari masyarakat ke kepala kampung,”

Petrinus menambahkan, soal penyaluran dana BLT yang tidak merata hingga menuai protes dari masyarakat kampung, menurutnya pihak aparat kampung saat mendata warganya tidak lengkap dan akurat, akibatnya sebagian ada yang dapat dan sebagian lainnya tidak dapat.

“Jadi nama yang ada didaftar saja yang menerima, yang tidak ada tidak menerima. jadi mungkin ada kesalahan di data kampung, Jadi sepenuhnya bukan salah pemerintah daerah tapi dari kampung, data dari kampung naik ke pemerintah lalu direkap

Banyaknya keluhan itu, Patrinus mengimbau kepada seluruh kepala kampung kiranya dalam mendata warganya yang berhak menerima BLT harus betul-betul akurat, jadi saat bantuan tersalurkan tidak terjadi lagi masalah yang sama hingga menimbulkan kericuhan. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here