Pengurus KONI Papua Lakukan Tatap Muka Dengan Ketua Puslatprov

0
303

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –  Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua melakukan tatap muka bersama Kasdam XVII Cenderawasih Brigjend Bambang Trisnohadi yang juga adalah Ketua Puslatprov KONI Papua berlangsung di Aula Toni Rompis Makodam, Rabu, sore (13/05/2020).

Ketua Puslatprov Bambang Trisnohadi mengatakan tujuan dari tatap muka ini adalah pertama perkenalan saya sebagai Ketua Puslatprov yang baru karena ada pergantian.

“Rencana kita kedepan sesuai arahan dari Pak Kenius tadi kita akan langsung pilah mana atlet yang akan lanjut untuk TC sentralisasi dan mana yang desentralisasi. Ini yang kita akan pilah datanya lagi,” ujarnya kepada wartawan Rabu, (13/05/2020).

Lanjut Bambang kedepan kita juga akan lakukan rapid test secara keseluruhan kepada seluruh atlet pelatih dan official.

“Jadi kita ingin mengetahui bagaimana kondisi atlet kita, sehingga kedepan kita bisa lanjutkan untuk pembinaan,” terangnya.

Ditanya terkait dengan pemulangan atlet yang sedang berada di luar dirinya mengaku, kami rencana pulangkan Atlet yang lakukan Treaning Center (TC) / pemusatan latihan di luar. Intinya TC untuk cabang-cabang potensial ini akan terus berlanjut sesuai kesepakatan, mungkin beberapa cabor yang sudah di pilih yang nanti dikembalikan ke Papua untuk melaksanakan latihan secara mandiri. Jadi desentralisasi.

Sementara itu Sekertaris Umum KONI Papua Kenius Kogoya SP. M.Si menambahkan, walaupun ada pergantian posisi institusi, tapi dalam kaitan dengan tugas Puslatprov, tetap KONI Papua mempercayakan kepada pak Kasdam yang baru untuk melanjutkan dan mengomandoi Puslatprov sampai dengan pelaksanaan PON nanti. Karena itu amanat dari Pak Ketum KONI Papua untuk memberikan kepercayaan kepada pak kasdam.

Disinggung terkait data resmi atlet potensial, Kenius mengatakan data resmi untuk atlet potensial, sementara ini kami masih melakukan seleksi nama-nama atlet utama kita itu dengan pelatih dari masing-masing cabor, mungkin dua tiga hari kita akan sampaikan.

Sementara ini, menurut informasi yang kita dapatkan dari data yang sudah ada itu sekitar 360 atlet kita yang akan kita TC-kan, sekitar 639 itu yang masih kategori madya atau atlet muda untuk terus melakukan TC tapi secara desentralisasi. Nanti angka pastinya akan kita sampaikan beberapa hari ke depan.

“Jadi memang kita punya anggaran yang digunakan untuk bonus atlet yang kita sudah alokasikan itu sudah dianggarkan untuk penanganan covid-19. Dan itu sekitar Rp. 350 miliar. Dialihkan untuk menangani covid-19, tapi kita akan mengajukan di tahun anggaran berikut yang sama di tahun depan, mudah mudahan Pemerintah bisa menoleransi dan konsisten, karena kejadian ini adalah musiba kita semua, dan kita yakin pemerintah bisa menangani ini agar cepat berlalu dan kita harapkan di tahun depan bisa diarahkan untuk bonus atlet,” terangnya. (GM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here