Antisipasi Kekurangan Pangan, Kadistrik Stefen Wally Sepakat Kebijakan Pemerintah Untuk Masyarakat Kelola SDA

0
130
Danau Love memiliki nama asli Danau Emfote. Namun karena bentuk Danau-nya yang menyerupai hati, masyarakat lebih sering menyebutnya sebagai Danau Love, berada di Kabupaten Jayapura. (Eveerth Joumilena /LPC)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Kepala Distrik Sentani Timur, Stefen Wally mengatakan, dengan adanya penambahan pembatasan waktu selama 28 hari kedepan oleh Pemerintah Provinsi Papua, perlu diantisiapsi adanya kekurangan ketahanan pangan di Daerah hingga distrik dan Kampung.

Oleh sebab itu, kata Wally, sesuai dengan instruksi Bupati Jayapura, masyarakat harus kembali untuk mengelolah potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang merupakan potensi dan kearifan lokal di masing-masing Kampung sangat dipenting untuk dilakukan.

Kepala Distrik Sentani Timur, Stefen Wally ( kemeja putih) saat berdiskusi dengan MRP, dan pihak Keamanan di Kantornya. (Humas Covid-19 Kabupaten JAYAPURA)

“Sebagai pimpinan wilayah, kami sudah menghimbau dan juga mensosilisaskannya kepada seluruh masyarakat di daerah ini, bahkan jauh-jauh hari sudah ada masyarakat yang mengelolah potensi kearifan lokal mereka di masing-masing kampung,” ujar Stefen di Kantornya usai menerima kunjunga kerja dari Majelis Rakyat Papua (MRP). Rabu (6/5/2020).

Menurutnya, dalam proses penanganan penyebaran virus corona saat ini, semua orang belum tahu kapan akan berakhir. Dan saat ini masih banyak yang bergantung kepada bantuan sembako yang disalurkan oleh Pemerintah Daerah maupun pihak-pihak lain yang merasa terpanggil untuk saling membantu.

“Potensi sumber daya alam kita masih sangat luas, tida hanya daratan tetapi juga danau yang cukup luas. Sehingga masyarakat dapat memanfaatkan potensi ini dengan sebaik mungkin, hal ini akan membuat kita tidak bergantung kepada bantuan sembako yang diberikan,” jelasnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Kepala Kampung Nendali, Wemfrid Wally, bahwa pihaknya sudah melakukan sosilisasi kepada warga Kampungnya untuk kembali mengelolah potensi sumber daya alam sebagai pemberdayaan kearifan lokal yang dimiliki.

“Letak kampung kami berada pada dua bentangan alam, darat dan danau. Sehingga masyarakat dengan mudah untuk melakukan aktifitas seperti biasa, yang berkebun dan juga mereka yang nelayan. Selain otu juga upaya pencegahan penyebaran covid-19 tetap berjalan seperti biasa,” pungkasnya. (Irfan / Humas Covid-19 Kabupaten Jayapura)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here