Konsentrasi Cegah Covid-19, Wabup Piter Gusbager Bertemu Pimpinan Perbankan Keerom

0
386
Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, saat memimpin rapat koordinasi dampak Covid-19 dengan pimpinan Perbankan Keerom di ruang rapat Wabup, Rabu (22/4/2020). (Arief /LPC)

Untuk Pastikan Masyarakat Keerom Terdampak Covid-19 Bisa Mendapatkan Stimulus Perbankan

KEEROM (LINTAS PAPUA) – Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, memimpin rapat koordinasi dampak Covid-19 terhadap para debitur Perbankan dan lembaga keuangn non bank yang ada di Keerom. Dalam rapar ini, para pimpinan lembaga keuangan bank dan non bank hadir dan mengikuti rapat tersebut.

Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, memimpin rapat koordinasi dampak Covid-19 terhadap para debitur Perbankan dan lembaga keuangn non bank yang ada di Keerom. ((Arief /LPC)
Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, saat memimpin rapat koordinasi dampak Covid-19. (Arief /LPC)

Rapat Koordinasi dilaksanakan di ruang rapat Wakil Bupati Keerom, di Jl. Trans Papua, Arso Kota. Turut hadir pada rapat tersebut, Asisten I Setda Keerom, Daniel Passanda, dan Asiesten II Setda, Edi Y Buntan.

Sementara dari lembaga keuangan, hadir Wakil Pemimpin Cabang BNI Jayapura Erriza Aditra. Pimpinan Cabang BNI Keerom, Sarce Samallo. Pimpinan Cabang BRI Arso, Fajar Sarewo, SE. Branch Manager Bank Mandiri Keerom, Riko Pasaribu. Dir. BPR PMM, La Efendi, SP. BPR Irian Sentosa, Ubaidillah dan Pimpinan Cabang PT Pengadaian Keerom, Yohanes Narahawarin, dan lain-lain.

Wakil Bupati Keerom, pada kesempatan tersebut menanyakan sejauh mana pihak lembaga keuangan dalam menyikapi intruksi presiden yang dilanjutkan keluarnya peraturan OJK yaitu POJK No.11/POJK.03/2020 tentang stimulus perekonomian nasional sebagai kebijakan countercyclical mengatur bahwa debitur atau pemilik kewajiban kredit yang mendapatkan perlakukan khusus dalam hal ini adalah debitur (termasuk usaha mikro, kecil dan menengah) yang mengalami kesulitan dalam memenuhi kewajiban bank.

‘’Saya selaku wakil Bupati Keerom, mengundang lembaga keuangan bank dan non bank yang ada di keerom untuk mengetahui dan memastikan apakah mereka benar-benar telah melaksanakan Inpres dan POJK tersebut, yaitu dengan memberikan stimulus bagi debitur terdampak di Kabupatan Keerom,’’ungkapnya kepada wartawan usai pertemuan tersebut

Dari hasil pertemuan tersebut, Wabup menyampaikan bahwa masyarakat kini tak perlu bingung dan berharap tak terjadi kesimpangsiuran informasi, bahwa seluruh pihak lembaga keuangan di Keerom, baik itu Bank maupun non bank telah siap dan telah melakukan intruksi presiden dan POJK tersebut.

‘’Bahkan sudah ada debitur dari masyarakat yang telah mengajukannya, ada bank yang telah memproses, 5, 10 dan 20-an debitur. Intinya semua bank siap untuk memproses skema keringanan yang diajukan debitur yang notebena adalah banyak yang masih kategori terdampak baik yang mengambil KUR (kredit usaha rakyat) ataupun KUM (kredit usaha mikro), jangan ragu, datang saja ke bank tempat anda,’’ujarnya.

Sementara itu, Wakil Pemimpin Cabang BNI Jayapura Erriza Aditra, menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung pemerintah dalam rangka membantu pengusaha atau debitur terdampak pembatasan sosial untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kabupaten Keerom bahkan seluruh Indonesia.

‘’Untuk skema keringanan bagi debitur kita klasifikasikan dulu apakah mereka masuk kategori terdampak ringan, sedang atau berat. Ini nanti kita survey untuk kemudian diberikan relaksasi bisa berupa penundaan pembayaran pokok, keringanan bunga, pemberian grace periode. Pokoknya jangan dengarkan isu, langsung aja ke bank,’’jelasnya.

Senada dengan itu, Pimpinan Cabang BRI Arso, Fajar F. Sarewo, SE, mengemukakan bahwa BRI juga siap membantu kesulitan debitur terkait dengan dampak pembatasan sosial yang dilakukan akibat Covid-19. Intinya ia mengharapkan agar stimulus yang diberikan bisa membantu debitur untuin terus mengeluti usahanya.

‘’Dan juga penting adalah ada itikad baik dari nasabah untuk mempertanggungjawabkan menyangkut. Keringanan bisa berupa bunga, grace periode atau kombinasinya,’’ujarnya.

Sedangkan Branch Manager, Bank Mandiri Arso, Riko Pasaribu, menyampaikan saat ini pihaknya sudah mulai memproses pengajuan keringana dari debitur. ‘’Bahkan kami menyediakan beberapa skema keringanan yang nantinya bisa disesuaikan dengan kemampuan debitur itu sendiri,’’jelasnya. (arief/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here