APD Hingga Sembako Akan Disiapkan Kepala Kampung, DPMK Kabupaten Jayapura Klarifikasi Pemotongan Rp 31 Juta

0
258
Kepala DPMK Kabupaten Jayapura, Elisa Yarusabra, saat diwawancarai, di Media Center Posko Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Jayapura. (Irfan /LPC)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyrakat Kampung (DPMK) Kabupaten Jayapura, Elisa Yarusabra, jelaskan dan klarifikasi berita soal dana Alokasi Dana Kampung (ADK) sebesar Rp 100 juta untuk penanganan Covid-19 di tingkat kampung yang memuat berita bahwa DPMK telah memotong dana ADK itu sebanyak Rp. 31 juta lebih.

Berita yang diturunkan saat itu berjudul “Dana Kampung Dipotong, Sejumlah Kepala Kampung Mengadu ke DPRD Kabupaten Jayapura. Menurut Elisa Yarusabra, kepala DPMK Kabupaten Jayapura, pemotongan yang dipertanyakan sejumlah kepala kampung ke pihak Dewan itu tidak benar.

Elisa menjelaskan, sebenarnya dana 31 juta lebih dari dana 100 juta itu diberikan dalam bentuk barang berupa sabun cuci tangan, sabun mandi dan masker), bukan dipotong seperti yang telah diberitakan dan menjadi keluhan masyarakat di berbagai grup media sosial Facebook.

Karena, menurutnya, sebenarnya dana Rp. 31 juta lebih itu diberikan dalam bentuk barang dengan rincian, sabun cuci tangan dan sabun mandi sebesar Rp. 19 juta, lalu untuk pengadaan alat pelindung diri (APD) berupa masker sebesar 10 juta rupiah dan untuk distribusi maupun transportasi itu sebesar 1 juta rupiah.

“Upaya ini diambil agar masyarakat kampung tidak datang ke kota,” kata Elisa Yarusabra kepada wartawan, di Media Center Posko Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Jayapura, Senin (20/4/2020) kemarin.

Lanjut Elisa menjelaskan, dana kampung yang sisa 68 juta lebih itu diberikan secara tunai kepada masing-masing Kepala Kampung untuk dapat digunakan dalam masa penanganan penanggulangan Covid-19.

“Sisanya kan ada 68 juta tiga ratus ribu rupiah, dan 22 jutanya itu akan digunakan untuk membeli sembako bagi masyarakat di masing-masing kampung. Termasuk pengadaan fasilitas untuk penanganan Covid-19 ditingkat kampung seperti alat semprot disinfektan dan operasional tim gugus tugas tingkat kampung. Jadi tidak ada pemotongan anggaran seperti yang dikeluhkan oleh masyarakat saat ini,” jelasnya.

Kepala Distrik Yapsi, Steven Ohee mengaku penggunaan ADK 100 juta rupiah bagi wilayahnya yang membawahi 9 Kampung itu berjalan dengan baik tanpa ada persoalan dari masyarakat. (Humas Covid-19 Kabupaten Jayapura)

Sementara itu, Kepala Distrik Yapsi, Steven Ohee mengaku penggunaan ADK 100 juta rupiah bagi wilayahnya yang membawahi 9 Kampung itu berjalan dengan baik tanpa ada persoalan dari masyarakat.

“Langkah pemerintah melalui DPMK sangat tepat dengan memberikan 31 juta dalam bentuk barang. Ketika masa lockdown ini meningkat, otomatis semua tempat jual seperti toko, kios dan pasar akan ditutup, masyarakat nanti mau beli kemana,” katanya.

Hal senada juga di katakan oleh Kepala Distrik Sentani Kota, Eroll Yohanis Daisiu bahwa pembagian sabun cuci dan sabun mandi serta sembako bagi masyarakat di pesisir danau sama sekali tidak dipersoalkan, hanya saja masyarakat di wilayah pekotaan secara khusus tiga kelurahan ( Hinekombe, Sentani, dan Dobonsolo) yang ada keluhan terkait pembagian sabun cuci tangan.

“Yang perlu diperhatikan disini adalah pembagiannya akan terus berjalan, yang bagian perkotaan tersisa sembako yang akan besok disalurkan. Sehingga hal ini perlu diperhatikan oleh kita semua dengan arif dan bijaksana,” tukasnya. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here