Pihak Gereja Ajak Warga Sentani Yang Bertikai Untuk Damai : Setiap Masalah Pasti Ada Solusi

0
453
TNI dan Polri mengambil langkah cepat dengan mengamankan wilayah bentrokan serta melakukan mediasi di kedua belah pihak setelah bentrok antara warga Kampung Kehiran dan Kampung Toware, Sentani, Kabupaten Jayapura. Bentrok terjadi pada Minggu (19/4/2020). (Irfan /LPC)

SENTANI (LINTAS PAPIA) –  Ketua Klasis Waibu Moi, Pdt. Adrianus Yapasedanya, S.Th, menyesalkan terjadinya bentrokan antara dua kelompok warga di wilayah Sentani sejak Minggu 19 April 2020 hingga menyebabkan sejumlah rumah baik milik warga di Kampung Kehiran maupun Kampung Toware terbakar.

Sebagaimana diakui oleh Kapolda Papua, Irjen Pol. Paulus Waterpauw melalui Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Achmad Mustofa Kamal mengatakan bentrokan tersebut terjadi pada hari Minggu, 19 April 2020, sekira pukul 17.00 WIT.

“Jadi kejadian awalnya itu pada hari Sabtu kemarin ada orang mabuk, inisialnya NT datang ke kampung Kehiran I dan melakukan pengrusakan di salah satu rumah warga disana,” kata Kombes Kamal, Minggu (19/4/2020).

“Untuk itu, saya minta masyarakat di masing-masing klasis agar segera berdamai dan tidak melanjutkan pertikaian yang sudah terjadi itu,” pintanya, saat memberikan pernyataan resmi kepada wartawan di Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (21/4/2020) kemarin.

Lanjut Pdt. Sedianya Yapasedanya mengatakan, terkait persoalan ini pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak dan juga tokoh-tokoh masyarakat yang ada di Klasis Waibu Moi. Yang intinya pihak gereja menentang keras adanya pertikaian dan harus menyelesaikan persoalan ini dengan perdamaian agar semua konflik yang terjadi bisa segera diatasi.

“Kita butuh damai menghadapi situasi-situasi yang sementara ada saat ini virus Corona. Kami sudah berusaha untuk bicara dengan jemaat-jemaat dan kepala-kepala suku di wilayah klasis agar bisa menyelesaikan pertikaian ini dengan secara damai,” imbuhnya.

Dirinya berharap kepada jemaat-jemaat yang ada di wilayah itu agar dapat menahan diri dan tidak terpancing dengan isu-isu yang justru memprovokasi suasana yang terjadi saat ini.

“Sekarang lagi ada virus Corona, maka itu mari kita bersama-sama untuk segera menyelesaikan persoalan ini,” katanya.

Sementara itu ditempat yang sama, Pdt. Navi Kastanya. M.Si mewakili Klasis Sentani, sangat prihatin dengan kondisi yang terjadi di antara dua kelompok warga tersebut.

Menurutnya, akibat pertikaian dua kelompok warga di wilayah Sentani itu menyebabkan adanya dampak terhadap psikologis, khususnya kaum ibu dan anak-anak yang ada di masing-masing wilayah itu. Dimana, sampai dengan saat ini masih ada beberapa ibu-ibu dan anak-anak yang belum kembali ke Kehiran.

“Menyikapi persoalan ini kami dari pihak gereja, juga terlibat aktif untuk mengupayakan mediasi dari antara kedua belah pihak. Baik masyarakat atau dua kampung ini, supaya bisa ada kembali dalam suasana pemulihan,” tukasnya. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here