Dana Kampung Dipotong, Sejumlah Kakam Mengadu ke DPRD Kabupaten Jayapura

0
326

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Sejumlah kepala kampung (Kakam) dari empat distrik di Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jayapura, Selasa (14/4/2020) kemarin siang, guna mengadu perihal pemotongan dana kampung secara pihak oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Kampunng (DPMPK) yang diperuntukkan untuk pencegahan penyebaran Coronavirus (Covid-19) di tingkat kampung.

“Saya bersama beberapa kepala kampung lainnya datang mengadu di kantor DPRD ini, karena menganggap DPMPK tidak transparan soal adanya pemotongan dana kampung yang jumlah besaran pemotongannya tiap kampung itu berbeda-beda, yakni ada kisaran 40 juta dan juga ada yang sampai 60 juta rupiah,” kata Kepala Kampung Sabron Sari, Marwan Hasyim kepada wartawan Di Kantor DPRD Kabupaten Jayapura, Selasa (14/4/2020) siang.

Untuk diketahui sejumlah kepala kampunng yang datang ke Kantor DPRD dari empat distrik itu adalah dari Distrik Sentani Barat, Depapre, Demta dan Yokari.

Menurut Marwan, padahal pihak kampung sebelumnya telah melakukan penyuluhan soal pencegahan penyebaran virus Corona dengan menggunakan dana alternatif hasil pinjaman untuk memenuhi kebutuhan dalam rangka pencegahan mewabahnya virus mematikan tersebut.

“Makanya kami sepakat dan beberapa kepala kampung juga sepakat, apabila dana ini sebagian dikelola oleh dinas, maka kami kepala kampung tidak akan mencairkan dana kampung,” tuturnya.

Apalagi katanya, pemotongan ini dilakukan tanpa adanya sosialisasi atau pemberitahuan, cuma hanya pemberitahuan soal pembentukan satgas pencegahan COVID-19 di kampung sesuai surat edaran Bupati Jayapura.

“Jadi kami tidak setuju ada pemotongan, bila perlu Pemerintah daerah justru menambah dana ke kami mungkin lewat APBD untuk menangani wabah ini, karena dari RAB Yang ada itu penyemprotan hanya 8 kali apakah tahu wabah ini hanya akan sampai bulan mei saja,” jelasnya.

Sementara itu ditempat yang sama, Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Jayapura Hermes Felle menyampaikan, pada prinsipnya pihak DPRD tetap akan menampung setiap aspirasi yang disampaikan untuk ditindaklanjuti. apalagi di era otonomisasi sekarang kampung diberikan keleluasaan untuk mengelola dana kampungnya secara mandiri.

“Dengan kondisi sekarang ini, saya harap teman-teman tetap bekerja di kampung dengan baik dan perlu hindari kumpul-kumpul lagi. Kami teman-teman di DPR akan menindaklanjuti aspirasi tersebut. Supaya tidak ada salah paham, apalagi semua sekarang sedang berusaha melawan virus Corona yang sedang mewabah sampai ke Kabupaten Jayapura,” imbuhnya, di hadapan sejumlah kepala kampung. Selasa (14/4/2020) siang. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here