Indigofera, Tanaman Baru Idola Peternak di Arsopura

0
1410
Jufriyanto bersama tanaman indigofera yang tengah menjadi idola baru pakan ternak di Arsopura. (Arief / lintaspapua.com)

Jufriyanto Mulai Tanam dan Perkenalkan di Arsopura, Juga Minta Dukungan Pemerintah

KEEROM (LINTAS PAPUA) – Budidaya ternak seperti sapi, kerbau, kambing, domba, babi, ayam, dan unggas lainnya jika dikelola secara serius dan intensif membutuhkan dukungan tanaman pakan yang memadai dan berkualitas. Karena akan mempengaruhi kualitas dan pertumbuhan hewan ternak.

Jufriyanto bersama tanaman indigofera yang tengah menjadi idola baru pakan ternak di Arsopura. (Arief / lintaspapua.com)

Salah seorang petani sekaligus peternak di Kampung Arsopura, Distrik Skanto, Jufriyanto, ternyata memiliki ide dan jalan keluar atas masalah ini. Ia menawarkan tanaman yang belakangan mulai menjadi idola peternak di luar Papua, yaitu Indigofera.

Apa itu indigofera? Jufri, panggilan akrabnya, menerangkan bahwa tanaman indogofera banyak keunggulan sehingga layak untuk ditanam para peternak di keerom.  ‘’Indigofera memiliki nutrisi tinggi dan tahan terhadap kekeringan bisa menjadi alternatif sumber pakan ternak berkualitas,’’ungkapnya.

Dikatakan,  bahwa tanaman Indigofera merupakan tanaman dari kelompok kacangan dengan genus Indigofera yang mempunyai bentuk pohon dengan ukuran sedang. Tanaman ini tumbuh tegak, jumlah cabang banyak, dan akar bisa menembus tanah cukup dalam. Tanaman leguminosa berpotensi sebagai sumber pakan bermutu tinggi, terutama di musim kering saat ketersediaan hijauan rumput menurun tajam.

Selain itu ia, dirinya menjelaskan, bahwa tanaman indigofera memiliki banyak keunggulan antara lain mudah tumbuh dan produktivitasnya tinggi, kadar proteinnya tinggi yaitu 27%, serta sangat disukai ternak. Untuk pertumbuhan ternak yang optimal, ia menyarankan agar petani yang memelihara kambing memberi indigofera sebagai pakan tambahan saat sore hari minimal 1,5 kg/ekor.

“Petani biasanya memelihara kambing atau sapi dilepas begitu saja, rumput-rumput yang ada di lapangan umumnya kadar proteinnya hanya delapan persen,”katanya.

Jufri menerangkan, saat kambing pulang selepas digembala memang terlihat kenyang. Namun karena kambing dan sapi termasuk ternak ruminansia, rumput yang masuk ke dalam perut akan dimuntahkan lagi atau memamah biak. Kambing yang semula kenyang tinggal setengahnya, sehingga mencari makan lagi di kandang. “Karena itu kita sarankan memberi pakan indigofera di sore hari demikian pula ternak ruminansia lainnya,” lanjutnya.

Tanaman Indigofera sp ini kaya protein, kalsium dan fosfor. Untuk bahan kering, nutrisinya mencapai 21,97%, abu berkisar 6,41%, protein kasar 24,17%, NDF 54,24% ADF 44,69% dan energi kasar mencapai 4,038 kilokalori per kilogram.

Ia juga menjelaskan bahwa di Papua, setahu ia, baru ada di Keerom, karena ia yang mendatangkan dari Jawa berupa biji indigofera yang kemudian disemai dan ditanamnya. ‘’Setelah saya perkenalkan kepada petani dan peternak disini (arsopura, red) mereka sudah mulai menanam dan menyukainya. Karena keunggulan-keunggulan tersebut, dan yang paling disuka adalah hampir semua hewan ternak menyukai ini, bahkan ikan pun saya kasih tanaman ini langsung dimakan,’’ujarnya.

Dikemukakan bahwa pihaknya telah menyampaikan hal tersebut ke dinas pertanian dan peternakan, dan sudah ada respon positif. ‘’Kita tinggal tunggu respon mereka untuk tindak lanjut,’’ujarnya. (arief/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here