Bupati Waropen, Yermias Bisai, SH (kiri), bersama Jubirnya, Kaleb Woisiri (kanan). Richard (LPC)
Bupati Waropen, Yermias Bisai, SH (kiri), bersama Jubirnya, Kaleb Woisiri (kanan). Richard (LPC)

WAROPEN (LINTAS PAPUA) — Syukur bagi Tuhan, Hingga saat ini warga masyakarat Kabupaten Waropen, Provinsi Papua, masih dilindungi TUHAN yang maha kuasa, atas bahaya pandemi Covid-19, yang lagi massif mewabah di Dunia, seperti kita di Papua.

Tindakan mitigasi secara preventif dan antisipatif terhadap penanganan pencegahan pendemi covid-19 oleh Pemda Waropen, telah dilakukan melalui gugus tugas percepatan penanganan Covid-19, yang diketuai oleh Bupati Waropen, Yermias Bisai, SH.

Diberlakukannya pembatasan arus keluar-masuk masyarakat di kKabupaten Waropen dalam menerapkan, SOP Protokoler Social Distancing. Kini Waropen hanya memiliki 2 ODP. Dan sejumlah ODP telah melewati masa inkubasi 14 hari. Dinyatakan negatif oleh otoritas kesehatan masyarakat, melalui Kepala Dinas Kesehatan setempat.

Juru Bicara Bupati Waropen, Kaleb Vanen Berd Woisiri, kepada Lintas Papua.Com, Rabu (08/04/2020) mengatakan, manfaat Social Distancing membantu mengatasi penularan Pandemi Covid-19. Dan mewakili Bupati, saya mengajak kita semua untuk bersatu dalam menghadapi segalah kemungkinan penularan pandemi Covid-19 di Waropen, karena peran setiap orang penting untuk mencegah penyebaran virus yang lebih luas.

“Proses social distancing yakni, Bekerja, Belajar dan Beribadah di Rumah. Social distancing saat ini dianggap menjadi faktor paling penting yang dapat kita kendalikan dalam menghadapi wabah COVID-19,” kata Kaleb.

Sebutnya, social distancing atau menjaga jarak saat bersosialisasi menjadi cara yang dianggap penting, selain cuci tangan dengan sabung cair dengan menggunakan air yang mengalir, juga dengan menggunakan hand sanitizer (pembersih tangan). Untuk mencegah Covid-19 akibat virus corona. Ini dapat mencakup langkah-langkah skala besar seperti membatalkan acara kelompok atau menutup ruang publik, serta keputusan individu seperti menghindari keramaian.

Social distancing seringkali sulit dilakukan, karena manusia adalah makhluk sosial, kecenderungan berinteraksi, dengan demikian diharapkan kepatuhan masyarakat terhadap SOP protokoler social Distancing yang diterapkan oleh Pemerintah dalam rangka menjaga Waropen terbebas dari Virus Corona.

“Dalam rangka pencegahan penularan virus corona, mari biasakan gunakan pakai masker, jaga jarak dalam bersosialisasi, penyemprotan disinfektan oleh aatuan tugas, membersihkan rumah, membuka jendela supaya udara yang terbakar matahari masuk ke rumah, bersirkulasi, tidak kedap dan tidak lembab,” ujar Bupati Waropen, dilangsir oleh Jubirnya.

Hal-hal teknis semacam itu tutur Kaleb, meneruskan pesan Bupati, harus terus disampaikan, disosialisasikan dan diedukasikan kepada masyarakat. Jika ada rumah kumuh, itu harus segera dibantu, minimal ada jendelanya, jambanisasi ada cahayanya tidak, itu langkah-langkahnya sampai ke sana. Dan sebagai tanggungjawab pemerintah kepada masyarakat selama masa “social distancing” atau pembatasan sosial diberlakukan. Saya, Bupati Waropen Yermias Bisai,SH telah memerintahkan Asisten I Setda untuk pengadaan beras 100 ton di dolog Serui, dan 30 ton dari dolog Nabire. Rencananya akan dibagikan ke masyarakat Waropen per-rumah 20 kg beras, gula pasir 3 kg, daun teh 3 bungkus, cofee 3 bungkus, minyak goreng 1 liter dan super mie 1 karton.

Kini kebutuhan dasar masyarakat sedang dikonsolidasikan dan rencananya Bupati yang akan menyerahkan langsung ke masyarakat.pungkas Kaleb Jubir Bupati itu. (Richard/Lintas Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here