Ketua BPW KKSS Provinsi Papua, Dr. H. Mansur M, SH, M.Si, didampingi Sekretaris BPW IWSS Provinsi Papua, Satrida Domeng dan Ketua IKAMI SulSel Wilayah Provinsi Papua, Samsuddin, ketika menyerahkan bantuan sembako kepada warga yang tidak mampu. (Irfan / lintaspapua.com)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Badan Pengurus Wilayah-Kerukunan Sulawesi Selatan (KKSS) Provinsi Papua menargetkan pemberian 5.000 paket sembako ke warga yang kurang mampu terdampak Covid-19 seperti mama-mama penjual pinang, tukang ojek dan warga yang berpenghasilan rendah yang ada di Kota Jayapura.

“Target yang akan kami capai untuk pembagian sembako di tengah wabah pandemi Covid 19 itu sebanyak 5.000, paket sembako,” kata Ketua BPW KKSS Provinsi Papua Dr. H. Mansur M, SH, M.Si, kepada wartawan usai menyerahkan paket sembako kepada warga Argapura Canon, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Provinsi Papua, Senin (6/4/2020) kemarin sore.

Ketua BPW KKSS Provinsi Papua, Dr. H. Mansur M, SH, M.Si, didampingi Sekretaris BPW IWSS Provinsi Papua, Satrida Domeng dan Ketua IKAMI SulSel Wilayah Provinsi Papua, Samsuddin, ketika menyerahkan bantuan sembako kepada warga yang tidak mampu. (Irfan / lintaspapua.com)

Aksi sosial ini selain dihadiri langsung oleh Ketua KKSS Provinsi Papua Dr. H. Mansur M, SH, M.Si, juga dihadiri Sekretaris BPW Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS) Provinsi Papua Satrida Domeng dan Ketua IKAMI SulSel Provinsi Papua Samsuddin, serta beberapa pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi IKAMI SulSel Provinsi Papua.

Selain itu, kata Mansur, pembagian sembako ini disalurkan secara bertahap mulai dari Distrik Jayapura Selatan, kemudian hari ini (kemarin) di wilayah Jayapura Utara dan pekan depan akan dibagikan ke Distrik Abepura, Heram hingga Muara Tami.

“Ya (pembagian sembako) ini bertahap mulai kemarin dan hari ini, mungkin minggu depan bisa kembali ke Jayapura Utara, kemudian ke Jayapura Selatan, hingga kita ke Abepura, Heram dan Muara Tami,” jelas pria yang juga Ketua Umum Yapis Pusat di Tanah Papua.

“Jadi kami keliling dan tidak serentak bagikan sembako. Ini juga bertahap sambil kumpul bantuan sembako dari rekan-rekan pengurus di KKSS, Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS) dan kemudian juga ada pemuda serta mahasiswa yang tergabung dalam IKAMI SulSel Provinsi Papua. Kami dari tiga komponen ini merupakan satu kesatuan untuk jalan sama-sama ke warga guna saling berbagi, khususnya kepada warga tukang ojek dan mama-mama kita penjual pinang yang terdampak wabah Corona ini,” sambungnya.

Ketua KKSS Provinsi Papua, Dr. H. Mansur M, SH, M.Si, didampingi Ketua Ikami Sulsel Provinsi Papua, Samsuddin beserta pengurus lainnya saat membagikan sembako kepada warga, Minggu (5/4/2020) kemarin sore. (Irfan / lintaspapua,com)

Selain itu, Mansur menyampaikan mudah-mudahan pihaknya tetap diberikan kekuatan, sehingga kegiatan pembagian sembako ini terus berjalan dan dapat melangkah bersama kedepannya menghadapi wabah virus Corona yang sudah menjadi pandemi global ini.

“Target kami salurkan bantuan sembako pada hari ini hanya 60 paket sembako, kalau kemarin lebih 100 paket sembako yang telah kami salurkan kepada warga yang kurang mampu dan target pembagian sembako ini akan terus berlanjut hingga minggu depan. Karena situasi seperti ini dan tidak boleh kumpul, jadi kita bagi perwilayah-wilayah dan sedikit demi sedikit untuk kita bagikan. Tapi, untuk target kami itu sekitar 5.000 sekian dan semoga bisa tercapai,” katanya.

Ia mengharapkan dengan adanya bantuan yang sedikit ini mudah-mudahan dapat menjalin tali persaudaraan, tercipta sambung rasa dan juga terjalinnya silaturrahmi maupun kekeluargaan untuk saling berbagi antara satu dengan yang lainnya.

“Kita harap dengan adanya aksi sosial ini dapat saling rasa iba dalam kondisi musibah Corona yang kita hadapi. Mudah-mudahan kita semua dapat terhindar dan diberi kekuatan serta kesehatan oleh Tuhan yang Maha Kuasa,” harapnya.

Untuk itu, drinya mengimbau kepada seluruh warga agar tidak perlu panik dan hadapi kondisi ini dengan doa, siap diri, selalu jaga kesehatan di masing-masing keluarga, tetangga serta semua kerabat, termasuk warga Kota Jayapura untuk tidak mudah percaya dengan adanya berita bohong (hoax) yang beredar di medsos.

“Kita harus ikut aturan pemerintah yang ada, sehingga kita tidak usah terlalu kuatir. Karena musibah ini bukan hanya di Kota Jayapura saja, tetapi terjadi di seluruh dunia. Kita juga harus ikuti anjuran pemerintah secara nasional, khususnya di Provinsi Papua dan kita tidak usah panik secara berlebihan. Misalnya dengan cara memborong sembako yang ada di pertokoan atau pusat perbelanjaan itu saya rasa tidak perlu dilakukan,” imbuh Mansur diakhir wawancaranya. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here