Prosesi Pemakaman Jenasah Corona, Tanpa Iringan Doa. (LPC)
Prosesi Pemakaman Jenasah Corona, Tanpa Iringan Doa. (LPC)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Pemakaman jenazah pasien positiv Corona, tanpa iringan doa dan Isak tangis, dari keluarga, besan, kerabat, dan sanak saudara, dari korban meninggal karena terkena virus Corona.

Seperti di Kota Jayapura, Minggu 5 Maret 2020, jenazah positiv Corona, dimakamkan dengan standard penanganan Corona. Dan berbeda dengan prosesi pemakaman jenasah pada umumnya.

Atas fenomena itu, mendapat pesan moral dari kalangan hamba Tuhan di Kota Jayapura, Papua

“Sedih sekali karena tidak ada pendeta yang pimpin pemakaman dan keluarga juga tidak bisa mendampingi,” demikian pesan keprihatinan dari salah seorang kawan hamba Tuhan yang sangat sedih dengan situasi ini, kata Pdt. Petrus Imoliana, kepada LintasPapua.Com, Minggu (05/04/2020) di Jayapura, Papua.

Sebagai seorang gembala, ia pun menuturkan sangat sedih, karena ada domba yang mati dengan sia-sia tanpa ada penghormatan yang layak karena situasi dan kondisi.

“Kami sebagai gembala sangat sedih karena ada omba yang mati dengan sia-sia tanpa ada penghormatan yang layak karena sikon,” ujar Pdt. Petrus, dengan nada haru.

“Kami turut berduka, dan semoga Tuhan senantiasa memberikan kekuatan kepada kelurga yang ditinggalkan. pungkasnya. (Richard/Lintas Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here