Tim Gugus Tugas Pencegahan dan Penanggulangan virus corona (covid-19) Drs. Abraham Bisay, Bersama dengan timnya, saat melepas tim, yang akan melakukan penyemprotan cairan cairan Desinfektan, ke tempat-tempat umum,kantor-kantor pemerintah,bank dan rumah sakit, pasar dan grosir, ,maupun gereja dan Mesjid, serta barang-barang yang turun dari pesawat di Lapangan terbang, tim sudah bekerja sejak 18 Maret 2020 lalu. (Diskominfo Puncak)

ILAGA (LINTAS PAPUA)  – Bupati Puncak, Willem Wandik, SE, M.Si., mengatakan, sebagai salah satu daerah yang hanya mengandalkan angkotan udara ke Kabupaten Puncak,sehingga untuk mencegah masuknya virus corona ke Kabupaten Puncak, pihaknya sejak 26 Maret 2020 sudah memberlakukan karantina daerah, alias pembatasan transportasi penumpang untuk masuk ke Kabupaten Puncak.

“Hal ini dilakukan dalam rangka memutus rantai penyebaran virus corona di Kabupaten Puncak, sehingga sampai saat ini, Kabupaten Puncak, belum ada warganya yang terjangkit virus corona,” ujar Bupati Puncak, Willem Wandik, SE, M.Si.

Bupati Willem Wandik dan jajaran petinggi lainnya saat bersalaman dengan tenaga perawat di Puskesmas di Ilaga. Dalam sebuah kegiatan sebelumnya, (Diskominfo Puncak)
Bupati Puncak, Willem Wandik,SE.M.Si., saat  meresmikan empat Puskemas rawat inap, yang tersebar di empat Distrik di Kabupaten Puncak, yaitu Distrik Sinak, Distrik Gome,Distrik Agandugume dan Distrik Wangbe, peresmian empat Distrik tersebut di pusatkan semuanya di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak,Sabtu,30 November 2019. (Diskominfo Puncak /LPC)

Demikian hal tersebut, disampaikan disela-sela membagikan sembako kepada pelajar dan mahasiswa Puncak, di Asrama damal, Perumnas I Waena, Jumat (3/4/2020) kemarin.

“Kita beruntung sudah lebih awal melakukan langkah-langkah antisipasi masuknya virus corona di Kabupaten Puncak, kesiapan kami sejak 16 maret lalu, termasuk kami sudah memberlakukan karantina daerah, sejak 26 Maret lalu, tidak ada pesawat yang mengangkot penumpang ke Kabupaten Puncak, baik dari Timika, Nabire,Jayapura,kecuali angkotan barang saja,”ungkapnya.

Lanjut Bupati, selain itu, pihaknya sejak 16 Maret 2020 lalu, sudah membentuk tim gugus tugas penanggulangan virus corona yang diketui oleh Sekretaris daerah Puncak  bersama tim kesehatan, sudah bekerja dengan cepat.

“Bahkan pemeriksaan tubuh juga sudah dilakukan di Lapangan terbang, Aminggaru Ilaga, beoga, Sinak, sebagai pintu masuk penumpang ke Kabupaten Puncak, termasuk saat ini, penyemprotan-penyemprotan cairan Desinfektan, ke tempat-tempat umum, kantor-kantor pemerintah, bank dan rumah sakit, pasar dan grosir, maupun gereja dan Mesjid, serta barang-barang yang turun dari pesawat di Lapangan terbang,’ jelas Bupati Puncak.

Disampaikan, bahwa pihaknya  hanya izinkan trasportasi  barang saja yang bisa masuk ke Kabupaten Puncak, namun sebelum pesawat mengankot barang, terlebih dahulu sudah dilakukan penyemprotan cairan Desinfektan.

Tim Gugus Tugas Pencegahan dan Penanggulangan virus corona (covid-19) Drs. Abraham Bisay, Bersama dengan timnya, saat melepas tim, yang akan melakukan penyemprotan cairan cairan Desinfektan, ke tempat-tempat umum,kantor-kantor pemerintah,bank dan rumah sakit, pasar dan grosir, ,maupun gereja dan Mesjid, serta barang-barang yang turun dari pesawat di Lapangan terbang, tim sudah bekerja sejak 18 Maret 2020 lalu. (Diskominfo Puncak)

“Sehingga mengantisipasi virus corona,sesuai dengan protocol penanggulangan virus corona,selain itu tidak boleh ada penumpang masuk dan keluar dari ilaga,” tegasnya.

 

Sehingga dengan kesiagaan dari timnya, Willem Wandik mengakui, jika sampai saat ini, kabupaten Puncak, masih dalam posisi aman dan bebas dari Virus corona.

“kita akan tetap jaga terus, sampai negara mengatakan bebas virus corona, baru kami bisa izinkan penumpang normal lagi seperti awal,”tambahnya.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanggulangan Virus Corona Kabupaten Puncak,  Herman Ricky Siwi, yang juga Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Puncak, Herman Ricky Siwi. (Erwin / HPP)

Sementara itu, Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanggulangan Virus Corona Kabupaten Puncak,  Herman Ricky Siwi  menjelaskan, bahwa sesuai dengan arahan dari Bupati Puncak, maka sampai saat ini belum ada penumpang yang naik masuk ke Kabupaten Puncak.

“Dan tim gugus tugas tetap melakukan penyemprotan di sejumlah fasilitas umum, bank Papua, bandara ketika ada barang yang masuk, tim langsung semprot dengan cairan Desinfektan, temasuk puskemas, gereja, masjid, pasar maupun rumah warga dan  kantor-kantor pemerintah,” ujar Herman Ricky Siwi  , yang juga Kepada Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Puncak.

Diakui, yang menarik  dari kabupaten-kabupeten di Pegunungan,  Kabupaten PuncaK pada 3 April 2020 lalu diberikan kesempatan untuk berkomunikasi dengan Menteri Dalam Negeri, melalui Fasilitas Video conference, terkait langkah-langkah pemerintah daerah, untuk menangani penyebaran virus corona. (Diskominfo Puncak)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here