dr. Khairul Lie : Hasil Swab Test, Dua Warga Kabupaten Jayapura Positif Corona

1
619
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) yang juga Juru Bicara (Jubir) Tim Gugus Tugas Penanganan Coronavirus atau Covid-19 Kabupaten Jayapura, dr. Khairul Lie, S.KM, M.Kes. (Irfan /lintaspapua.com)

SENTANI (LINTAS PAPUA) –  Dua orang warga Kabupaten Jayapura dinyatakan positif Corona atau Covid-19. Kasus positif Corona ini merupakan hasil test swab.

“Ya, dua orang pasien yang berstatus PDP itu positif Corona di Kabupaten Jayapura. Ada dua orang yang positif setelah dari hasil pemeriksaan swab tenggorokan, yang kita periksakan di laboratorium Litbangkes di Jayapura maka ditemukan hasil positif pada dua pasien itu,” ujar Juru Bicara (Jubir) Tim Gugus Tugas Penanganan Coronavirus (Covid-19) Kabupaten Jayapura, dr. Khairul Lie, S.KM, M.Kes, ketika dihubungi LintasPapua.com, Kamis (2/4/2020) kemarin malam sekitar pukul 19.30 WIT.

Khairul Lie menuturkan, dua orang pasien positif Corona ini sedang dirawat secara intensif di ruang isolasi RSUD Youwari bersama beberapa orang PDP lainnya.

“Mereka berdua ini di rawat di rumah sakit Youwari, ya betul di ruang isolasi RSUD Youwari dan kondisi mereka berdua dalam keadaan sakit sedang. Yang mana, mereka kan di isolasi masing-masing karena ada ruang isolasi masing-masing bagi pasien PDP,” tegas pria yang juga Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Jayapura.

Khairul Lie menyebutkan riwayat perjalanan serta kontak dengan siapa, sehingga dua pasien ini positif Corona.

Pertama, untuk pasien PDP dengan kode Y10 yang sudah positif Corona itu berjenis kelamin pria dan berdasarkan riwayat perjalanannya, pasien positif Corona Y10 ini pernah melakukan perjalanan dari Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan dan tiba di Kota Sentani, Kabupaten Jayapura pada tanggal 25 Maret 2020 lalu.

“Pasien PDP yang positif dengan kode Y10 yang beralamat di Kota Sentani itu punya riwayat perjalanan dari Makassar, dan dia tiba di Jayapura pada tanggal 25 bulan Maret 2020 lalu. Kemudian dia tiba kembali di Sentani dan langsung masuk rumah sakit pada tanggal 30 Maret 2020 sebagai pasien berstatus PDP. Kita sudah lakukan stretching selama lima hari aktivitas dia seperti apa, ini yang akan kita lakukan pembatasan-pembatasan nanti,” terangnya.

Kedua, untuk pasien PDP dengan kode Y9 yang juga sudah positif Corona itu berjenis kelamin perempuan dan berdasarkan riwayatnya tidak pernah melakukan perjalanan keluar daerah.. Namun Khairul Lie menyatakan, pasien kode Y9 ini memiliki saudara yang pernah melakukan perjalanan bersama-sama dengan pasien Y10 ke Kota Makassar lalu menumpang tidur di rumah pasien Y9.

“Dia (pasien Y9) ini perempuan dan beralamat di Doyo Baru, Distrik Waibhu. Riwayatnya dia itu tidak melakukan perjalanan, tetaapi ada saudaranya yang pernah melakukan perjalanan ke Makassar dan sama-sama satu grup dengan pasien Y10. Kemudian saudaranya itu nginap di rumahnya pasein Y9 selama dua hari, setelah itu melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Sarmi. Sehingga ini terjadi positif untuk kedua pasien itu,” sambungnya.

Selain itu, kata Khairul Lie, ada beberapa hal yang akan dilakukan pihaknya berkaitan dengan penyelidikan riwayat kasus tersebut. Untuk diketahui masyarakat, pihak Tim Gugus Tugas Penanganan Coornavirus (Covid-19) di Kabupaten Jayapura akan segera melakukan pemeriksaan secara berkala terhadap anggota keluarga pasien positif Corona dengan kode Y9, baik itu anak dan istri serta keluarga yang sudah pernah melakukan kontak langsung dengan pasien saat berada di rumah.

“Jadi, kita akan melakukan penyelidikan epidemologi dan juga stretching kasus positif Corona. Pertama, keluarga yang dekat di rumah siapa saja, baik itu anak, istri, tante, om, mama, bapa maupun mertua si pasien yang pernah melakukan kontak serumah itu akan kita stretching. Kemudian yang kedua akan kita lakukan terhadap kelompok yang berisiko tinggi itu adalah kelompok yang kemarin bersama-sama dari Makassar atau satu kelompok saat melakukan perjalanan ke Makassar. Ini semua juga akan kita lakukan stretching yang ketat,” katanya.

”Kemudian kelompok kontak erat dengan pasien positif Corona, jadi kita sudah punya catatan selama lima hari ini dia bertemu dengan siapa saja dan itu yang akan kita lakukan stretching ketat, penyelidikan epidemologi serta termasuk mungkin kita akan lakukan Rapid Test terhadap orang-orang itu, juga kepada petugas kesehatan yang mungkin pernah kontak dengan pasien positif sebelum ditetapkan sebagai PDP. Empat hal ini yang akan kita lakukan untuk melihat pola kasus penyebaran Covid kita untuk menemukan positif baru di masyarakat agar tidak terjadi persebaran yang begitu cepat,” tambahnya.

Dengan demikian, hingga hari ini di Kabupateen Jayapura ada 303, PDP 10 dan sudah keluar dari ODP itu sebanyak 13 orang sudah selesai pemantauan.

“Untuk ODP kita turun karena sudah banyak yang lolos. Jadi jumlah ODP kita sampai sore hari ini (kemarin) 303, ya ada 13 orang yang sudah keluar dari ODP. Kemarin itu berjumlah 316 ODP, kalau sekarang ini sudah menjadi 303. ya, 13 orang sudah keluar dari pemantauan kita,” tukasnya. (Irf)

1 KOMENTAR

  1. Mengapa 13 itu sdh diluar pemantauan, apakah mereka pergi sendiri atau ada ijin dr pihak medis
    Info ini kiranya dapat di publikasikan agar masyarakat yg ada di kabupaten Jayapura tau dan tetap waspada gitu
    Diharapkan agar spy sodara” yg melakukan perjalanan ke makasar utk dtg ke rumah sakit yowari utk melakukan pemeriksaan gitu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here