Lambat Lakukan Pengecekan di Area Landasan Pacu Sejumlah Masakapi Delay

0
489
Tampak Kesibukan Penerbangan di Bandara Sentani (Foto Facebook Hairil)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Karena faktor masalah teknis dan lebih kepada mekanisme koordinasi antara pihak Angkasa Pura I selaku pengelola Bandara Sentani dengan AirNav, sehingga sejumlah pesawat yang hendak mendarat di Bandara Sentani dialihkan ke Bandara Frans Kaisiepo, Biak.

Manager Operasional Tekhnik PT Angkasa Pura I, Arixon Ronnie Suebu. Insert: General Manager (GM) AirNav Cabang Sentani, Made Adi Sanjaya. (Irfan /LPC)


Selain sejumlah pesawat yang hendak mendarat dialihkan, juga ada beberapa pesawat sempat menunda keberangkatannya, Rabu (18/3/2020) kemarin pagi.

Tertundanya sejumlah penerbangan baik keberangkatan dan kedatangan di akui oleh pihak Angkasa Pura (AP) I selaku pihak pengelola bandara, disebabkan faktor masalah tekhnis dan lebih kepada mekanisme koordinasi antara pihak Angkasa Pura selaku pengelola bandara dan AirNav.

Manager Operasional Tekhnik PT Angkasa Pura I, Arixon Ronnie Suebu mengatakan, sebelum dimulainya operasional penerbangan, seluruh fasilitas penerbangan termasuk landasan pacu harus dicek terlebih dahulu oleh tim teknis bandara, setelah rampung hasil pengecekan selanjutnya dilaporkan kesemua Stakeholder, dan itu lakukan rutin setiap hari.

“Sehingga AirNav dapat mengambil keputusan apakah bisa pesawat dimendaratkan ataukah diberangkatkan, kami punya datanya ada 4 pesawat yang datang dan ada 5 pesawat yang berangkat yang ikut berdampak, di jam 6 pagi sampai dengan jam 8 pagi,” jelasnya ketika memberikan keterangan pers, di Ruang Rapat Kantor PT Angkasa Pura I Bandara Sentani, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (18/3/2020) sore.

Kata Arixon Suebu, karena petugas bandara lambat lakukan pengecekan di landasan pacu bandara menyebabkan terjadi keterlambatan penerbangan dan pendaratan pesawat selama 30 menit. “Menyebabkan pesawat dari Jakarta, Makassar dan lainnya harus tertunda kedatangannya, tapi pesawat yang alami penundaan mendarat pagi hari semua telah mendarat,” imbuhnya.

“Untuk kejadian keterlambatan ini kami sedang melakukan investasi internal dengan personil kami dengan tim, setelah kejadian itu tadi pagi langsung lakukan inspeksi dan langsung sampaikan ke tower pihak AirNav mohon maaf atas kejadian ini,” ungkap Arixon Suebu menambahkan.
Setelah lakukan investigasi selanjutnya sejumlah upaya pembinaan akan dilakukan demi keselamatan penerbangan, ia menjelaskan karena sistem kerja di bandara adalah sistem yang terintegrasi jadi tidak mesti kesalahan harus ditanggung oleh salah-satu petugas saja,”Tidak mesti kesalahan salah-satu unit dan juga kesalahan dari satu komunitas yang ada, jadi kami sudah lakukan evaluasi tadi pagi,” tuturnya.

Ditambahkan Arixon, selaku pihak pengelola bandara pihaknya bertanggung jawab penuh atas kejadian ini, hingga sejumlah operator penerbangan terkena dampak, juga telah mengirim surat resmi kepihak maskapai dengan mempersilahkan pihak maskapai yang hendak mengajukan komplein.

Sementara itu ditempat terpisah, General Manager (GM) AirNav Cabang Sentani, Made Adi Sanjaya menjelaskan, pihaknya memberikan arahan atau keputusan bagi setiap pesawat yang akan landing berdasarkan kondisi dilapangan, apalagi di saat bersamaan masih terlihat ada kegiatan dilapangkan jadi sangat tidak mungkin petugas AirNav menginjinkan pesawat untuk mendarat.

“Kegiatan itu mereka rutin lakukan dari pagi, kebetulan mungkin ada delay sedikit di bawah kegiatannya, kita menyesuaikan kondisi di landasan, dan keterlambatan ini baru sekali ini terjadi sebelumnya tidak ada,” terang Made Sanjaya diakhir wawancaranya. (Irf)

_________________________________________________________________

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here