Cegah Virus Corona, AP I dengan KKP Jayapura Perketat Pengawasan Penumpang

0
347
Pelaksana Tugas Sementara (PlTS) GM PT. Angkasa Pura I Bandara Sentani Antonius W. Praptono. Insert: Kasie PKSE KKP Jayapura Sitti Nurliah (Irfan /LPC)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Prosedur pengamanan di Bandar Udara (Bandara) Sentani terus dijalankan untuk mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19) di Papua. Sebagai gerbang utama Provinsi Papua, pengawasan di Bandara Sentani harus diawasi dengan maksimal.

Untuk itu, PT Angkasa Pura I (Persero) sebagai pengelola Bandara Sentani bersama dengan pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Jayapura telah berkomitmen melakukan pengawasan dengan baik dan ketat di areal bandara. Salah satunya dengan melakukan pemeriksaan kesehatan termasuk menghimpun riwayat perjalanan setiap penumpang yang masuk atau datang dari luar Papua.

Pelaksana Tugas Sementara (PlTS) General Manager (GM) PT. Angkasa Pura I Bandara Sentani, Antonius W. Praptono mengatakan, pihak Angkasa Pura telah memberikan dukungan penuh kepada KKP Jayapura sebagai leading sector yang berkewenangan dalam hal pencegahan penyakit atau virus Corona.

“Dengan memfasilitasi sarana dan prasarana untuk pencegahan masuknya virus Corona, dan sejak pertengahan bulan Januari lalu pihak KKP sudah melaksanakan pemantauan terhadap orang-orang yang masuk melalui Bandara Sentani dengan peralatan yang dimiliki oleh KKP,” terangnya.

Kata Antonius, sebagai langkah antisipasi untuk melindungi masyarakat di Kabupaten Jayapura dan Papua akan ancaman penulran lewat pintu masuk bandara, pihaknya telah lakukan sejumlah upaya pencegahan dengan melakukan penyemprotan disinfektan pada tempat-tempat yang dianggap rawan akan potensi penularan virus Corona dari manusia ke manusia.

“Telah menggunakan thermal detektor dan gun detector, kemudian penyemprotan mulai dari garbarata, ruang tunggu, ruang keberangkatan dan tempat-tempat lain yang dianggap sangat rawan penyebaran virus Corona ini,” jelas Antonius.

Sementara itu, Kasie PKSE KKP Jayapura, Sitti Nurliah menyampaikan, soal dukungan alat medis untuk pemeriksaan termasuk dalam hal pengawasan, pihaknya selalu mengacu pada pedoman penatalaksanaan Covid-19, dan pada pedoman tersebut akan dibedakan orang yang dalam pemantauan dan orang dalam pengawasan.

“Orang dalam pengawasan akan di rujuk langsung ke rumah sakit, di rumah sakit akan dilakukan pengambilan sampel untuk dikirim ke laboratorium yang ditunjuk atau laboratorium Nasional. Jadi tidak serta merta semua orang yang datang dari luar Negeri atau dari sejumlah daerah atau wilayah akan dilakukan pemeriksaan ada tahapannya,” imbuhnya.

Selain menggunakan thermal scanner, alat lain yang ikut digunakan adalah alat Heart Alert Card (HAC) berfungsi sebagai alat pemantau bagi orang yang masuk ke suatu wilayah, dalam menjalankan tugasnya di lapangan pihak KKP Jayapura tidak sendiri melakukannya ada beberapa pihak ikut membantu termasuk Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jayapura.

“Untuk sekarang apa yang kita pantau dalam keadaan sehat, dan dari hasil pantauan serta data dari pintu masuk bandara yang diserahkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, setelah ditindaklanjuti oleh Dinkes dinyatakan semuanya sehat,” terang Sitti.

Selain melakukan pengawasan di kawasan Bandara Sentani, Sitti Nurliah menambahkan, bahwa pintu masuk perbatasan antar negara melalui jalur darat dan pelabuhan juga telah disasar sejak medio Januari lalu.
“Dengan menggunakan alat termometer infrared, tetapi setelah awal Maret kemarin kita sudah menggunakan alat termometer thermal scanner namanya, yang cukup efektif untuk mendeteksi suhu tubuh bagi penumpang yang datang,” cetusnya.

Khusus bagi para penumpang yang datang menggunakan pesawat, sejumlah data dari para penumpang akan dihimpun. Mereka para penumpang akan diberikan kartu dan wajib menjawab setiap pertanyaan yang ada di dalam kartu tersebut.

“Pertanyaannya seperti selama 14 hari belakangan telah melakukan perjalanan ke daerah mana saja atau negara mana untuk memudahkan pengawasan dan pantauan. Jadi kita tidak melakukan pembatasan perjalanan, tetapi tetap melakukan pengawasan ketat disetiap pintu masuk,” tukas Sitti Nurliah. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here