Yaturaharja Dicanangkan Sebagai Kampung Kerukunan di Keerom

0
486
Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Keerom bersama Pemkab Keerom melakukan kegiatan pencanangan ‘Kampung Kerukunan’ di Kampung Yaturaharja pada Kamis (29/2/20) kemarin. (Arief/ LPC)

Diharapkan Menjadi Percontohan Agar Kampung Lain di Keerom Juga Menjadi Kampung Kerukunan

KEEROM (LINTAS PAPUA) – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Keerom bersama Pemkab Keerom melakukan kegiatan pencanangan ‘Kampung Kerukunan’ di Kampung Yaturaharja pada Kamis (29/2/20) kemarin.

Kadistrik Arso Barat, Muchlis Sawaki, SI.Kom, saat diwawancara. (Arief / LPC)

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Keerom, Karel Mambay, SE, MPd.K, bersama Ketua FKUB Keerom, Nur Salim Ar-rozy memimpin kegiatan tersebut. Juga nampak hadir, Kadistrik Arso Barat, Muchlis Sawaki, SI.Kom, Danramil Arso, Mayor Chk. Anna R Yoku, Kasat Bimmas Polres Keerom, AKP. Mujiat, serta pimpinan agama dari MUI, PGGK, Dekenat, Klasis GKI dan PHDI, serta tamu undangan lainnya.

Sebelum kegiatan pencanangan, dilakukan bhakti sosial bersih-bersih di Pura Girinatha, yang dilakukan secara bersama-sama dari lintas agama dan pegawai di lingkungan Kantor Kemenag Keerom. Kegiatan dilanjutkan dengan pencanangan kampung Kerukunan, penandatangan pakta kampung kerukunan serta penyampaian materi kerukunan beragama yang disampaikan Kemenag, FKUB dan Polres Keerom.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Keerom, Karel Mambay, SE, MPd.K. (Arief /LPC)
Ketua FKUB Keerom, Nur Salim Ar-rozy memimpin kegiatan tersebut. (Arief /LPC)

Usai kegiatan, Ketua FKUB Keerom, ust. Nur Salim Ar-rozy, kepada wartawan, mengemukakan bahwa pencanangan kampung Kerukunan dilaksanakan agar Kampung Yaturaharja yang dinilai selama ini memiliki kerukunan beragama yang baik agar menjadi percontohan bagi kampung lain untuk juga menjadi kampung kerukunan antar umat beragama.

‘’Pencanangan kampung kerukunan ini adalah bentuk dan upaya dari Pemkab dan melalui FKUB yang melaksanakannya agar Kampung Yaturaharja menjadi pilot project bagi kampung lain di Keerom bahwa pentingnya kerukunanan bagi keberhasilan pembangunan di Keerom,’’ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Keerom, Karel Mambay, SE, MPd.K, menilai Kampung Yaturaharja perlu menjadi model bagi kampung Kerukunan.

‘’Karena kalau kita lihat data yang ada, kerukunan di kampung ini terjalin baik, ada beberapa rumah ibadah disini yaitu gereja, masjid dan Pura. Dan ini bisa menjadi contoh untuk menjadi kampung kerukunan dan saya harap para pemangku kepentingan dan masyarakat juga turut berperan dalam mewujudkan kampung kerukunan ini. Karena kerukunan adalah factor utama sehingga terwujudnya pembangunan di keerom,’’ujarnya.

Sementara itu, Kadistrik Arso Barat, Muchlis Sawaki, SI.Kom, mengemukakan rasa bangga karena kampung Yaturaharja dicanangkan sebagai kampung Kerukunan di Keerom.

‘’Dengan adanya pencanangan kampung Kerukunan kita bersama-sama akan menggelorakan agar kampung kerukunan ini juga menyebar ke kampung lain di Keerom, tentunya ini adalah kebanggaan bagi kami karena dari 91 kampung dan 11 distrik yang ada diseluruh Keerom, Kampung Yaturaharja di Distrik Arso Barat, justru dicanangkan jadi kampung kerukunan ini akan jadi refleksi bagi kampung-kampung lain di Arso Barat bahkan di seluruh Keerom,’’ pungkasnya. (arief/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here