Evakuasi Pesawat Trigana Air Berakhir, Penerbangan Bandara Sentani Kembali Dibuka

0
465
Pesawat Cargo Trigana Air Sentani dengan nomor penerbangan TGN7341 tipe Boeing 733 yang tergelincir di Runway Bandara Sentani, Selasa (25/2/2020) kemarin pagi saat dievakuasi petugas. (Irfan /LPC)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Proses evakuasi pesawat kargo Trigana Air Service dengan nomor penerbangan TGN7341 tipe Boeing 733 dinyatakan berakhir pada pukul 11.00 WIT, Selasa (25/2/2020) kemarin siang. Pesawat tersebut tergelincir di runway Bandara Sentani, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, kemarin pagi sekira pukul 07.20 WIT.

Pelaksana Tugas Sementara (PTS) GM Bandara Sentani, Arixon Ronnie Suebu menjelaskan, sesaat setelah terjadinya insiden itu, terutama dari maskapai penerbangan terkait, langsung mengambil peranan sesuai dengan SOP yang berlaku di bidang masing-masing.

“Ada juga proses yang kami tangani, yaitu terkait dengan penanganan terhadap dampak tertutupnya runaway. Setelah kejadian itu otomatis runway kami tutup dan kami terbitkan NOTAM (Notice Airman) itu berisi tentang informasi runway yang kita tutup,” kata pria yang juga Senior Manager Operasi dan Teknik, saat memberikan keterangan pers di Ruang Rapat Kantor PT. Angkasa Pura 1 Bandara Sentani, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (25/2/2020) kemarin siang.

Dia tidak menjelaskan secara rinci mengenai kronologis dari kejadian itu, karena yang mempunyai kewenangan untuk menjelaskan secara detail peristiwa itu adalah pihak KNKT. Saat ini, KNKT sedang mendalami kejadian itu.

Dia menambahkan, setelah dilakukan evakuasi terhadap bangkai pesawat itu, pada pukul 11.30 pihaknya secara resmi mencabut kembali Notam B0586/20 yang dikeluarkan AirNav Indonesia Bandara Sentani yang berisi informasi penutupan sementara akses penerbangan di bandara Sentani.

Sementara itu ditempat yang sama, Safety Trigana Air, Capt. Alfred Ahmadi menjelaskan, saat peristiwa itu terjadi semua awak pesawat dalam kondisi baik. Selanjutnya untuk investigasi guna memastikan insiden tersebut, sepenuhnya sudah diserahkan kepada pihak KNKT.

Adapun muatan yang ada dalam pesawat itu berupa bahan makanan (Bama) dan sebagian lagi berisi bahan bakar (BBM) yang akan dibawa ke Wamena, Papua.

“Pesawat itu membawa empat kru yang terdiri dari dua pilot, satu pilot enginering dan FO,” tukasnya. (Irf).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here