Usaha yang Tak Membawa Hasil
Baca: Hagai 1:1-14

“Kamu mengharapkan banyak, tetapi hasilnya sedikit, dan ketika kamu membawanya ke rumah, Aku menghembuskannya.” (Hagai 1:9a)

Kita pasti pernah mengalami suatu fase di dalam kehidupan ini, di mana segala usaha dan kerja keras yang kita lakukan tak membawa hasil, selalu saja gagal dan gagal. Kalau ia petani, segala benih yang ditanamnya tak menghasilkan panenan karena diserang oleh hama.

Kalau ia peternak, kambing, domba lembu dan sapi yang selama ini dirawat dan dipelihara sedemikian rupa juga tak menghasilkan apa-apa. Kalau ia seorang pengusaha atau pedagang, bisnis usaha yang dikelolanya mengalami kerugian, tokonya sepi pembeli. Akhirnya timbul rasa kecewa dan sedih, tapi mereka tak pernah mencari tahu akar permasalahannya atau apa yang menjadi penyebab semuanya menjadi gagal. Tidak sedikit dari mereka yang malah menyalahkan Tuhan!

Apa yang firman Tuhan katakan? “Perhatikanlah keadaanmu! Kamu menabur banyak, tetapi membawa pulang hasil sedikit; kamu makan, tetapi tidak sampai kenyang; kamu minum, tetapi tidak sampai puas; kamu berpakaian, tetapi badanmu tidak sampai panas; dan orang yang bekerja untuk upah, ia bekerja untuk upah yang ditaruh dalam pundi-pundi yang berlobang!” (ayat 5b-6).

Hal pertama yang harus kita lakukan adalah mengoreksi diri, adakah hal-hal yang tidak beres di dalam hidup kita yang membuat ‘pintu’ berkat itu serasa tertutup. Perhatikan ibadahmu ! Perhatikan jam-jam doamu! Perhatikan pelayananmu! Apakah Saudara sudah mengutamakan Tuhan? “Jadi naiklah ke gunung, bawalah kayu dan bangunlah Rumah itu; maka Aku akan berkenan kepadanya dan akan menyatakan kemuliaan-Ku di situ, firman TUHAN.” (ayat 8).

Naik ke gunung, membawa kayu dan membangun Rumah ini berbicara tentang mengerjakan perkara-perkara rohani, membangun kehidupan doa dan mempersembahkan hidup kita sebagai ibadah yang sejati (baca Roma 12:1). Kalau kita ingin melihat kemuliaan Tuhan dinyatakan dalam hidup ini, pintu-pintu berkat dibukakan bagi kita, maka kita harus mencari Tuhan dan kebenaran-Nya terlebih dahulu (baca Matius 6:33).

Kehidupan yang tak benar hanya akan menyumbat berkat, “Itulah sebabnya langit menahan embunnya dan bumi menahan hasilnya,” (Hagai 1:10).

(Kiranya Renungan Singkat ini Menjadi Berkat dan Membangun Iman Percaya Kita Berjalan Dalam Kasih Tuhan, Disadur dari Aplikasi Renungan Harian )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here