venue gor cenderawasih Jayapura yang sebelumnya ditetapkan sebagai venue cabor tinju. (Erwin /LPC)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –  Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Papua Benny Maniani memprotes dengan tegas perpindahan venue cabor tinju, yang sebelumnya di GOR Cenderawasih yang dipindahkan ke GOR Gidi Sentani. Pemindahan venue dinilainya sangat tidak wajar dan tidak pantas, karena dinilai sepihak hanya untuk oknum tertentu.

Benny Maniani yang didampingi Koordinator Pertandingan dan Perwasitan PB PON XX Tahun 2020, Alfred Kayoi merasa aneh dengan pemindahan venue tinju.

“Ini kan aneh, karena dalam penandatanganan berita acara lokasi venue-venue oleh masing-masing cabor di Hotel Sahid, sejak tanggal 13 Desember 2019. Cabor tinju ditetapkan di Gor Cenderawasih, bukan di Gor Gidi Sentani,” tegas Benny.

Benny Maniani yang juga merupakan anggota Binpres KONI Papua meminta agar dengan alasan apapaun, arena pertandingan tinju harus dikembalikan ke GOR Cenderawasih.

“Bagi kami itu sudah final untuk venue tinju harus dipertandingkan di Gor Cenderawasih, sudah tidak bisa ditawar lagi dengan alasan sepihak,” ungkapnya.

Menurutnya Pertina punya mimpi yang besar akan melakukan agenda besar di GOR Cenderawasih. 17 nomor akan dipertandingkan di GOR karena Pertina punya target bisa mendapatkan medali emas disini.

Jadi sangat aneh rasanya, tanpa ada koordinasi tiba-tiba GOR Cenderawasih dijadikan arena PABBSI. Padahal venue PABBSI ditempatkan di Auditorium Uncen. “Kami tidak tahu kenapa Tinju dipindahkan ke GOR Gidi dan kami tidak tahu apa alasannya,” bilangnya.

Dari sisi teknis kata Benny pelaksanaan pertandingan, di GOR Cenderawasih didesain untuk arena tinju, bukan di GOR Gidi Sentani. Sarana dan prasarana disiapkan untuk tinju, bukan untuk PABBSI. ” Jadi kami mohon kepada bidang pertandingan PB PON Papua, juga kepada Tim Delegate KONI pusat untuk mengembalikan Tinju ke GOR Cenderawasih dan PABBSI di kembalikan ke Auditorium Uncen,” ungkapnya.

Benny juga meminta agar PB PON tidak intervensi tim delegate pusat. “Sebagai tuan rumah, kita jangan mau diintervensi pusat. Apalagi kita juga punya kepentingan sebagai tuan rumah,” tambanya.

Ditempat yang sama Koordinator Pertandingan dan Perwasitan PB PON XX Tahun 2020, Alfred Kayoi mengaku bahwa GOR Cenderawasih di rancang untuk arena tinju, bukan untuk PABBSI. “Saya pernah bincang-bincang dengan konsultan rehab GOR Cenderawasih, GOR ini memang didesain untuk tinju, demikian juga sejumlah fasilitas-fasilitas pendukung lainnya disiapkan,” katanya. (GM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here