PB PON Gelar Rapat Konsolidasi dan Doa Bersama

0
234
PB PON Gelar Rapat Konsolidasi Dan Doa Bersama. (GM)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –   Panitia Besar (PB) PON Ke-XX Tahun 2020 menggelar Rapat Konsolidasi dan Doa Bersama Dalam Rangka Menghadapi Pembukaan Pendaftaran PON XX Tahun 2020 di Provinsi Papua.

Ketua Harian PB PON Papua Dr. Yunus Wonda, mengatakan agenda hari ini doa dan syukuran terkait pendaftaran atlet dari seluruh Indonesia secara online mulai 24.00.

PB PON Gelar Rapat Konsolidasi Dan Doa Bersama. (GM)

“Agenda ini juga sesuai dengan hasil CdM meeting yang kita lakukan minggu lalu, bahwa tahapan kita yang harus dilakukan adalah salah satunya penetapan seluruh progres yang sudah dibuat oleh bidang-bidang,” ujar Yunus Wonda kepada wartawan, Rabu, (19/02/2020).

Lanjutnya hari ini saya mau sampaikan kepada masyarakat semua bahwa mari kita semua bergandeng tangan untuk mendukung pelaksanaan PON XX. Artinya dengan agenda ini bahwa PON tetap akan digelar di Papua. Dan disinilah bisa dilihat kesiapan kami dengan segala keterbatasan kami.

Kami sudah sampaikan kepada semua elemen, bahwa ketidakhadiran Walikota dan Bupati bahkan pemerintah provinsi bahwa tidak ada yang hadir hari ini bukan tidak mendukung tapi kami menyadari keterlambatan undangan kami. Bukan sebagai sikap bahwa mereka tidak mendukung, “intinya semua cluster harus mendukung dari semua elemen hingga masyarakat untuk pelaksanaan PON XX,” tandasnya.

Saya mau sampaikan kepada kabupaten jayapura kalau memang ada rumah masyarakat yang tidak di pakai dan mau diserahkan kepada kami untuk di pakai bisa sampaikan. Bukan berarti kami yang bayar tapi kami akan buka akses kepada kontingen yang datang nantinya. Karena kami dari PB PON sudah atur dan buka sekretariat kami untuk mengurus itu. Terkait akomodasi tersebut. Akses transportasi juga termasuk di dalamnya.

Soal miras, saya mau katakan bahwa semua toko atau siapa saja yang menjual miras kami akan menyurat secara resmi kepada kapolda pangdam bahwa pertiga bulan sebelum PON semua harus stop.

“Karena Miras ini yang bikin masalah di papua dan kami akan menyurat soal itu. Baik di kabupaten jayapura dan semua cluster penyelenggaraan. Kami harus jadi tuan rumah yang baik terlepas dari kekurangan kami,” ungkapnya. Kami mulai dari nol dan puji Tuhan kami mulai dengan pembangunan venue dan artinya di masa depan generasi muda Papua bisa menjadi atlet handal dengan adanya fasilitas-fasilitas itu.

Terkait penetapan atlet, Setelah kita tetapkan tidak ada lagi pergeseran. Pasti akan banyak kekurangan tapi kita harapannya ada masukan dan saran. (GM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here