Kepala Bidang Hukum KONI Provinsi Papua, Zeffnat Masnifit, SH. (GM)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –  Dalam rangka mempersiapkan calon hakim arbitrase olahraga yang sportif, dipercaya dan adil dalam menyelesaikan sengketa keolahragaan dalam penyelenggaraan PON XX tahun 2020 di Tanah Papua, maka Bidang Hukum KONI Papua akan menyelenggarakan bimbingan teknis (Bimtek) calon hakim Arbitrase olahraga selama satu hari di SwissBell Hotel, Kamis 20 Februari 2020.

Demikian disampaikan Kepala Bidang Hukum KONI Provinsi Papua, Zeffnat Masnifit, SH dalam siaran pers yang dikirim, kemarin. Menurut Zeffnat, melalui Bimtek ini, KONI Papua mengharapkan calon-calon hakim arbitrase memiliki, sikap dan kepribadian yang kokoh dalam menyelesaikan sengketa olahraga.

Pengetahuan yang komprehensif tentang tata cara menyelesaikan sengketa olahraga berdasarkan peraturan BAORI Nomor 1 tahun 2017. Keterampilan dan integritas dalam mengmbil kepurusan tentang sengketa olahraga dan keterampilan melakukan mediasi untuk penyelesaian sengketa olahraga.

‘’Lewat Bimtek ini kita mengrapkan dapat mempersiapkan calon hakim arbitrase olahraga yang menegakan nilai sportif, dipercaya dan adil dalam menyelesaikan sengketa keolahragaan dalam penyelenggaraan PON XX tahun 2020 di Tanah Papua,’’ kata Zeffnat.

Lanjut dia, Peserta Bimbingan teknis ini berjumlah 35 orang yang terdiri Sub PB PON Kota Jayapura 6 peserta, Sub PB PON Kabupaten Jayapura 6 peserta, Dosen Fakultas Hukum UNCEN 5 peserta, Dosen Fakultas Hukum UNIYAP 5 peserta, Advokat 3 orang, Pemerhati olahraga 2 orang, Kabidhukum POLDA Papua 2 orang, Bakumrem Jayapura 2 orang, Kabidkum Polres Jayapura 2 orang dan Kanwil Kumham 3 orang.

Adapun kata Zeffnat, materi Bimbingan teknis ini dilaksanakan dengan materi yang terdiri atas, Tentang BAORI, Teknik Persidangan dan Dewan Hakim, Arbitrase Umum, Hukum Acara BAORI, Rewan Hakim dan Mekanisme dan UU SKN Pasal 88 dan Kode Etik BAOIRI. (GM)
Bidang Pulata KONI Papua Mulai Entry Data Atlet PON 2020

Lintas Papua JAYAPURA,- Bidang Pengumpulan dan Pengelolaan Data Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua, sedang melakukan Entry data untuk atlet-atlet PON 2020, dengan mendatangkan langsung konsultan khusus data Cepy Sumarna, Rabu, (19/02/2020).

“Kita harus ikut irama Panitia Besar (PB) PON 2020, dalam proses entry by namber yang akan mulai star pada besok nanti, jadi kita harus ikut irama dengan PB PON kalau kita tidak ikut irama dengan itu kita akan ketinggalan,” kata Ketua Bidang Pullata Willem Karetjie kepada wartawan di ruang rapat KONI Papua, Rabu, (19/02/2020).

Kami lakukan entry data ini terutama kepada cabor-cabor yang akan turun di PON 2020. Untuk mengantisipasi itu ini kan prosesnya lewat sistem digital. “Jadi harus mahir dan bisa ikut irama itu, karena proses itu kita sudah mulai aktif hari ini dan besok,” terangnya.

Dirinya juga berharap agar seluruh atlet harus bisa di entry karena sistem ini harus kita masukan semua, ini merupakan SDM kita, dan sistem ini merupakan tahapan kita kalau kita tidak masukan nama-nama atlet. “Kalau ada yang mau digantikan itu sistem tidak akan menerima. Ini semua cabor untuk meningkatkan SDM yang ada di 37 Cabor dan 56 Sub Cabor,” tutupnya. (GM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here