Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua, Christian Sohilait, saat bertatap muka dengan jajaran PLN Papua. (Erwin /LPC)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – PLN Wilayah Papua dan Papua Barat untuk pertama kalinya pada tahun ini, membuka kesempatan  bagi siswa satuan pendidikan Sekollah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Jayapura, guna mengikuti program magang sertifikasi kompetensi.

Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua, Christian Sohilait (ditengah), saat bertatap muka dengan jajaran Manajemen PLN Papua. (Erwin /LPC)

Untuk tahap awal PLN, akan merekrut sebanyak 36 siswa SMK dengan 12 guru. Sinkronisasi kurikulum dilakukan setara dengan program di Pulau Jawa sementara kompetensi guru akan di upgrade sesuai standar yang diharapkan.

“Untuk Papua pada tahun ini, satu SMK dulu kita jadikan pilot project untuk menjalankan program ini. Selanjutnya program serupa akan dibuka di Papua Barat”.

“Tujuannya supaya ada peningkatan kapasistas SDM anak-anak Papua di bidang kelistrikan serta harapannya semua peserta siswa SMK itu usai magang di PLN 6 bulan, mereka bisa lulus uji kompetensi dan bersertifikat serta bisa diterima bekerja dimana saja,” terang Staf PLN Pusdiklat (PLN Coorporate University), di Jayapura, Selasa (18/2/2020).

Ia katakan, program tersebut merupakan amanat dari Inpres 9 2016 tentang revitalisasi SMK. Dimana PLN sudah melaksanakan program itu di tujuh provinsi sebelumnya, pada bidang jurusan atau vokasi pembangkit, transmisi dan distribusi.

“Intinya kita ingin setelah program ini jalan SDM kelistrikan di Papua sama kualitasnya dengan di pulau Jawa,” ujar ia.

Sementara itu,  Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua, Christian Sohilait mengapresiasi program tersebut.

Pihaknya berharap kerja sama PLN dengan dinas pendidikan di bidang peningkatan SDM kelistrikan dapat terus berjalan di masa mendatang.

“Sebab dukungan ini sangat diperlukan apalagi Provinsi Papua belum banyak memiliki ahli di bidang kelistrikan,” kata ia.

Sohilait tambahkan, melalui program magang itu diharapkan lebih banyak lagi anak-anak asli Papua yang bekerja PLN.

“Karena yang pasti, program ini juga adalah peluang dan pintu masuk bagi anak-anak Papua untuk bisa berkarir di BUMN maupun swasta,” pungkas ia.(win)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here