Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Papua  Bekerjasama Sekretariat DPRD Dogiyai, melaksanakan orientasi bagi 25 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Dogiyai,  Senin (17/02/2020). (Andrew LPC)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Papua  Bekerjasama Sekretariat DPRD Dogiyai, melaksanakan orientasi bagi 25 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Dogiyai,  Senin (17/02/2020)

Asisten I bidang Hukum dan Pemerintahan Provinsi Papua, Doren Wakerkwa, SH di Dampingi Kepala BPSDM Papua dan,Sekwan DPRD Dogiyai.

Doren Wakerkwa mewakili Gubernur Papua dihadapan peserta Orentasi ke 25 Anggota DPRD Dogiyai mengatakan, orientasi anggota DPRD dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan, keterampilan, sikap dan semangat pengabdian Anggota DPRD dalam melaksanakan tugas pemerintahan daerah dalam Bingkai NKRI.

Doren  Meminta, agar Ke 25 anggota DPRD Dogiyai ini harus mampu menjalankan fungsi Legislasinya, membuat Beberapa Peraturan Daerah yang dapat melindungi hak-hak dasar Orang Asli Papua yang berada di Dogiyai,

“Karena selama Dirinya menjabat sebagai Asisten satu Bidang Pemerintahan di Provinsi Papua Tidak ada satu Perda dari Kabupaten Dogiyai yang di bawah ke Provinsi untuk di Registrasi olehnya.,” jelasnya.

Untuk itu Doren berharap,  agar ke 25 anak papua terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Dogiyai mamapu memainkan Fungsi Legislasinya untuk memproteksi Orang Asli Papua yang ada di Dogiyai, agar keberlangsungan Hidup mereka di Tanahnya sendiri dapat terjaga dengan mengedepankan nilai-nilai Kearifan lokal setempat,” ucap Doren Wakerkwa.

Sementara itu,  Ketua DPRD Kabupaten Dogiyai,  Elias Anou, S,IP mengatakan, Perda tentang Minuman keras DPRD periode lalu, sudah membuat nya tinggal penyelesaian untuk menjadi 1 Produk Hukum baru yang akan diterapkan gunah melindungi Orang Papua baik di Kabupaten maupun di Provinsi Papua.

Ia menambahkan, selain Miras ada Rancanggan Perda baru terkait Proteksi hasil perkebunan sayur Oleh Pedagang Asli papua dimana tidak di perbolehkan masuk nya sayuran lain dari Dogiyai, ini bagian dari pemberdayaan pedagang sayur OAP,”Ungkap Politisi senior asal PDI P Elias Anou kepada Wartawan. (Andrew / LPC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here