SENTANI (LINTAS PAPUA) – DPRD Kabupaten Jayapura menerima sejumlah tuntutan dari puluhan massa pendemo dari Pemuda-pemudi Forum Peduli Kabupaten Jayapura di depan kantor DPRD Kabupaten Jayapura, Jumat (14/2/2020) pekan lalu.

Usai menerima tuntutan tersebut, anggota DPRD yang diwakili oleh Clief Ohee mengatakan akan menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan oleh para massa pendemo tersebut ke pemerintah daerah.

DPRD Kabupaten Jayapura menerima sejumlah tuntutan dari puluhan massa pendemo dari Pemuda-pemudi Forum Peduli Kabupaten Jayapura di depan kantor DPRD Kabupaten Jayapura, Jumat (14/2/2020) pekan lalu. (Irfan / lintaspapua.com)

“Tuntutan sudah kami terima, nanti pekan depan kami akan teruskan ke pemerintah daerah dengan melakukan rapat pertemuan,” ujar Clief Ohee, saat menerima massa pendemo.

Pantauan LintasPapua.com, aksi demo di depan halaman kantor DPRD Kompleks Perkantoran Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura itu langsung disambut baik oleh tiga anggota DPRD di antaranya, Clief Ohee, Mathius Lewerissa dan Sihar L. Tobing, mereka pun menerima seluruh isi tuntutan yang diusung untuk segera ditindaklanjuti.

“Kami adalah manifestasi atau wakil dari bapak/ ibu sekalian. Kami terima pemyampaian aspirasi ini dengan baik dan hari senin minggu depan (hari ini), kami akan rapat dengan lakukan pertemuan,” imbuhnya.

Pada pertemuan nanti, pihaknya berjanji akan mengundang pihak-pihak terkait untuk lakukan hearing atau rapat dengar pendapat (RDP), salah-satunya dengan Dinas Perizinan untuk menunjukkan kembali soal pemberian izin bagi penjual minuman keras.

“Kami akan meninjau lagi perizinannya, dan kami akan libatkan pihak Satpol PP dalam rangka implementasi peraturan daerah yang telah ditetapkan dengan dana publik. Dinas Perindag akan kami libatkan begitu juga dengan Polres Jayapura akan kami libatkan,” pungkasnya.

Selama jalannya demonstrasi terlihat, spanduk-spanduk yang menyampaikan pesan unik dan lucu, dengan makna tajam ditujukan bagi anggota DPRD.

Salah satu point dalam unjuk rasa ini meminta kepada DPRD dan Bupati Jayapura untuk menutup semua tempat penjualan minuman beralkohol dan tidak memberikan izin bagi penjualan minuman beralkohol dalam bentuk apapun, juga meminta DPRD segera evaluasi dan merevisi Perda minuman keras No.9 Tahun 2015, melakukan sweeping secara ketat oleh pihak berwajib setiap waktu, apabila selama dua bulan aspirasi tidak didengar pemuda-pemudi Kabupaten Jayapura bersama solidaritas anti miras akan lakukan sweeping secara sepihak.

“Bahwa sesungguhnya minuman alkohol adalah pembunuh, perusak ketentraman juga masa depan generasi muda, sudah banyak korban akibat minuman beralkohol,” tegas koordinator aksi demonstrasi, Menasse Bernard Taime.

Katanya, saat menyampaikan aspirasi,karena minuman keras jumlah korban lakalantas akibat minuman keras, pembunuhan pemerkosaan, korban kekerasan dalam rumah tangga, dan tingginya angka HIV/Aids di Kabupaten Jayapura terus bertambah.

“Apalagi pelaksanaan PON XX bulan Oktober Tahun 2020, Kabupaten Jayapura tuan rumah. wajib hukumnya bebas dari peredaran minuman beralkohol,”tambah, Menasse dalam orasinya.

Maka dengan ini kami atas nama rakyat Kabupaten Jayapura bersatu dan dengan tegas meminta kepada DPRD dan Bupati Jayapura untuk menutup semua tempat penjualan minuman beralkohol dan tidak memberikan izin bagi penjualan minuman beralkohol dalam bentuk apapun, DPRD segera evaluasi dan merevisi Perda minuman keras No.9 Tahun 2015, melakukan suiping secara ketat oleh pihak berwajib setiap waktu.

Apabila selama dua bulan aspirasi tidak didengar pemuda peduli Kabupaten Jayapura bersama solidaritas anti miras ancam akan lakukan sweeping. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here