Christian Sohilait : Di Papua TNI-POLRI Mengajar di Sekolah, Guru Harus Malu

3
1541
Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua, Christian Sohilait, ST, M.Si. Richard (LPC)
Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua, Christian Sohilait, ST, M.Si. Richard (LPC)

 

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) — Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua,  Christian Sohilait menyebutkan di Papua hari ini, dimana-mana TNI-POLRI mengajar di daerah-daerah perbatasan, dan daerah-daerah pedalaman di Papua.

Peran TNI-POLRI ini, tentulah harus menjadi cerminan bagi para guru, mengapa?, karena pekerjaan para guru sudah diambil oleh aparat TNI-POLRI, dengan memberikan proses pendidikan belajar mengajar, layaknya seperti seorang  guru berada didepan para peserta didiknya.

“Kami memberikan apresiasi kepada TNI-POLRI atas bantuan diaspek pendidikan belajar mengajar belakangan ini di Papua. Namun kedepannya, respon TNI-POLRI ini menjadi cambukan bagi aparat pendidikan yang ada di Papua. Untuk setia dan mencitai profesinya sebagai seorang guru, yang bertugas di masing-masing sekolah, dengan tidak meninggalkan tempat tugas di sekolah. Agar proses belajar mengajar berjalan, demi masa depan anak didik mereka di sekolah,” kata  Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua, Christian Sohilait, ST, M.Si, Jumat (31/01/2020) kepada Lintas Papua,Com, di Jayapura, Papua.

Kedepannya, sebut Christian, harus ada batasan bagi TNI-POLRI dalam merespon masalah pendidikan di Papua, seperti di daerah-daerah perbatasan, dan daerah-daerah pedalaman di Papua.

“Selama ini di daerah-daerah perbatasan, dan daerah-daerah pedalaman di Papua ketika tidak ada guru di sekolah. Anggota TNI-POLRI yang bertugas di daerah-daerah itu, berinisiatif untuk memberikan pendidikan lewat proses belajar mengajar kepada anak-anak di sekolah-sekolah itu,” kata Christian Sohilait, ST, M.Si.

Ditanya apakah aspek pendidikan hanya menjadi tanggung jawab para Guru-guru?, tutur Kadis Pendidikan Papua itu, hadirnya negara dan tujuannya dalam konteks pencerdasan, sebagaimana pembukaan UUD 1945 alinea keempat yang berbunyi : “mencerdaskan kehidupan bangsa”. Tujuan dari pencerdasan ini adalah memastikan seluruh masyarakat memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan yang layak dan berkualitas. Mencerdaskan bangsa merupakan tugas negara, pemerintah, dan masing-masing individu untuk berusaha meraih jenjang pendidikan yang terbaik. Karena dengan adanya masyarakat yang cerdas, pembangunan dan kemajuan akan semakin mudah dicapai.

“Terpentingnya adalah aspek pendidikan menjadi tanggungjawab bersama melalui fungsi dan peran kita apa, posisi kita apa, tanggungjawab kita apa, profesi kita apa, tugas pokok kita apa, lewat pengabdian kita,” jelas  Christian Sohilait.

Dalam konteks Papua hari ini,  TNI-POLRI mengajar layaknya seorang guru di daerah-daerah perbatasan, dan daerah-daerah pedalaman di Papua. Harus ada batasan. Memberikan ajaran-ajaran bacaan untuk membaca, mengenalkan huruf, melatih anak-anak pola hidup sehat, cara mandi, gunting kuku. Tetapi bukan dalam pendidikan formal, cukup dengan pendekatan-pendekatan non formal.pungkasnya. (Richard/Lintas Papua)

3 KOMENTAR

  1. Saya pribadi saya setuju apabila mereka terus di sebarkan dan jgn lupa beri penghargaan, Krn org Papua katanya dia anak pribumi lalu mengamuk dan setelah dapat jabatan kepala sekolah atau SK penempatan di berika malah menetap di kota, di distrik sy sdh 7tahun SD & SMP nya lumpuh total, padahal anak-anak ingin sekolah akhirnya mrk hrs pergi ke distrik lain atau ke kota. Ini penting sekali dan sy pikir TNI luar bisaa

    • Maaf itu TNI,bila dgr TNI yg mengajar berarti Senjata/pistol ada di samping.Tapi klu PNS/ASN Guru yg mengajar berarti kapur Tulis yg sellu ada.Jadi orang tua murit/ anak didik lebh takut yg mana? Guru yg mengajar,,,,guru yg cari murit.Dan bilh TNI yg mengajar Murit yg cari TNI,,,itu knpa????? Karna org Tua ank takut.Kesejahteraan guru di papua msh blm bsa mnjwab kebutuhaNya,tapi sya mau katakan guru di papua blm Sejahtra,,,,,,Pangkat NunggakBerkala tanggungGaji sering HILANGbeberapa poin yg kmi sebt itu bilh berhsl bgi seorang guru…..Itu Guru tsb yg bertanggung jwb sendiri…..Dinas P& P kab.tdk membantu itu.Kalian penguasa AC dn Kursi empuk di Kota jgn sllu membelakangi persoalan Guru.Apalagi Bp” yg kerjanya bukan di Dinas P&P yg bicara Kinerja Guru di lapangan.Bp Hrs Sadar juga y! Karna di Instansi tempt bp kerja juga Itu BELUM BERES(alias msh banyak persoaln yg harus di perhatikn?

  2. Tidak semua wilayah alami hal ini, hanya wilayah tertentu. Jadi jangan bilang Papua. Bisa sebut secara spesifik nama kabupaten atau wilayahnya yg guru tdk mengajar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here