Dinkes Kabupaten Jayapura Anggarkan Rp. 2 Miliar Bangun Puskesmas Ravenirara

0
976
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Jayapura, dr. Khairul Lie, S.KM., M.Kes. dalam sebuah kegiatan. (Irfan / LPC)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Pemerintah Kabupateen (Pemkab) Jayapura melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menyediakan anggaran Rp 2 miliar untuk membangun pusat kesehatan masyarakat sebagai upaya meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di tahun 2020.

 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, dr. Khairul Lie, S.KM, M.Kes, mengatakan, puskesmas tersebut akan dibangun di tahun 2020 ini dan anggarannya sudah siap digelontorkan sebesar Rp 2 miliar.

Dia menambahkan, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang akan dibangun tersebut berlokasi di Distrik Ravenirara.

“Kita sudah anggarkan dan pekerjaannya dilaksanakan tahun (2020) ini,” ujar Khairul Lie, ketika ditemui wartawan media online ini di Kantor Bupati Jayapura, kemarin.

Selain itu, dirinya mengatakan, bahwa saat ini layanan kesehatan di Distrik Ravenirara tetap berjalan normal. Untuk pelayanan kesehatan terhadap masyarakat diwilayah itu hampir tidak ada kendala. Karena, Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura telah membangun baru tempat pelayanan kesehatan sementara menggunakan dana bencana.

“Bangunan itu menggunakan dana bencana melalui Dinas Pertanahan, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DP2KP) kalau tidak salah. Jadi mereka lakukan pelayanan disitu, semacam daruratlah begitu,” jelasnya.

Lanjut Khairul, Puskesmas Ravenirara dilayani oleh 20 orang tenaga medis dan salah satunya dokter yang juga menjabat sebagai kepala puskesmas.

Ia berharap, puskesmas tersebut mampu memberikan layanan kesehatan yang maksimal serta menjawab kebutuhan akan pelayanan kesehatan diwilayah itu.

“Pemerintah berkewajiban menghadirkan layanan yang layak dan nyaman, sebab mendapatkan pelayanan kesehatan adalah hak setiap masyarakat,” kata Khairul Lie.

Untuk diketahui, bencana banjir bandang yang terjadi pada Maret 2019 lalu, juga menerjang Distrik Ravenirara. Sebagian besar rumah penduduk diwilayah itu rusak berat, termasuk kantor dan fasilitas pemerintah. Bangunan puskesmas juga tak luput menjadi korban dalam bencana itu. Seluruh bangunan rusak hingga peralatan medis. Pasca kejadian itu, pemerintah langsung memindahkan tempat pelayanan kesehatan diwilayah itu dan sampai saat ini masih menempati bangunan sementara. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here