WAKIL WALIKOTA KETIKA MELAKUKAN SIDAK DI JEMBATAN YOUTEFA. (Foto Humas Setda Kota Jayapura)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Wakil Walikota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM menegaskan, masyarakat yang memarkirkan kendaraannya di jembatan Youtefa akan langsung ditilang. Hal tersebut akan dilakukan karena selama ini masih banyak masyarakat yang memarkirkan kendaraannya di jembatan tersebut, walaupun sudah ada rambu larangan untuk berhenti atau pun parkir.

Hal tersebut dikatakannya ketika melakukan inspeksi mendadak (sidak) di jembatan kebanggaan masyarakat kota Jayapura bersama pemilik hak wilayah adat, Polresta Jayapura, Kapolsek Jayapura Selatan dan Dinas Perhubungan, Jumat, 17 Januari 2020.

“Ini himbauan terakhir bagi warga kota Jayapura. Minggu depan masih ada yang parkir di jembatan maka kita akan tilang di tempat. Sudah perintahkan Kasat Lantas untuk tilang di tempat, kita akan perintahkan tim gabungan untuk melakukan operasi disini, kalau ada yang masih bandel, tidak mau diatur, tidak mau tertib maka akan ditindak tegas,” tegasnya

Menurut Wakil Walikota, kondisi jembatan Youtefa saat ini sangat memprihatinkan, banyak sampah plastik, botol dan ludah pinang, padahal pihaknya sudah berulang kali menghimbau masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas yang telah dibangun pemerintah tersebut. Hal tersebut lanjutnya, membuktikan bahwa kesadaran masyarakat masih sangat rendah.

Selain itu, di lokasi jembatan Youtefa juga akan dibangun pos penjagaan dan akan ditempatkan petugas gabungan dari kepolisian, angkatan laut, kodim, satpol pp dan juga dari perhubungan. Juga akan dipasang cctv sehingga semua aktifitas masyarakat di jembatan Youtefa bisa terpantau.

Untuk mewujudkan hal tersebut lanjutnya, pihaknya melakukan kerjasama dengan pihak adat untuk membuat tempat parkir di luar jembatan, sehingga masyarakat tidak ada lagi yang memarkirkan kendaraannya di jembatan.

“Disini bukan tempat sampah. Kita jaga ini, jangan buang sampah di jembatan. Jangan dikotori, jangan meludah pinang, jangan buang sampah kelaut. Mari kita jaga kebersihannya sehingga betul-betul indah enak dipandang mata karena bersih. Saya harapkan kerjasama semua masyarakat. Saya menghimbau mari kita membangun kota Jayapura sebagai rumah kita bersama. Jembatan ini dibangun untuk warga kota Jayapura juga, maka mari kita jaga bersama,” tegasnya lagi.

Sementara itu Kepala Suku Tobati, Gerson Hassor mengatakan, selaku pemilik hak wilayah adat pihaknya sangat setuju ada pos gabungan di lokasi tersebut, sehingga di lokasi jembatan Youtefa tidak lagi dijadikan tempat miras.

“Dan yang penting sekali atas nama masyarakat Tobati Engross yang punya teluk ini, saya harap pemerintah melalui Sat Pol PP dibantu aparat keamanan jangan ada orang yang berjualan di jembatan, supaya sampahnya tidak dibuang ke laut,” ujarnya.(Humas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here