Masa Lalu Biarkanlah Berlalu (1)
Baca: Lukas 9:57-62

“Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.” (Lukas 9:62)

Di bawah kepemimpinan Musa bangsa Israel dituntun keluar dari perbudakannya di Mesir. Salah satu mujizat terbesar yang bangsa Israel alami selama menempuh perjalanan di padang gurun adalah ketika Tuhan membawa mereka melewati laut Teberau. Alkitab menyatakan bahwa Tuhan membelah laut itu menjadi tanah kering sehingga umat Israel dapat “…berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering; sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka.” (Keluaran 14:22).

Setelah mereka berhasil sampai ke seberang, laut itu pun menutup kembali. “Demikianlah pada hari itu TUHAN menyelamatkan orang Israel dari tangan orang Mesir. Dan orang Israel melihat orang Mesir mati terhantar di pantai laut.” (Keluaran 14:30). Dengan demikian bangsa Israel tidak pernah memiliki jalan untuk kembali lagi ke Mesir.

Makna rohani di balik peristiwa ini adalah Tuhan ingin umat Israel melupakan Mesir dan fokus menatap ke depan. Tapi sayang, mereka tak sepenuhnya menutup lembaran masa lalunya, sehingga bayang-bayang kehidupan Mesir tetap saja melekat di hati dan pikiran mereka. Sekalipun secara fisik mereka sudah tidak lagi berada di Mesir, namun hati dan pikiran mereka masih berada di sana.

Sekalipun Tuhan telah membebaskan mereka dari perbudakannya di Mesir dan menutup jalan untuk kembali ke Mesir, mereka tetap saja bermental budak. Akibatnya hampir semua orang yang keluar dari Mesir mati di padang gurun sebelum mencapai Tanah Perjanjian.

Untuk dapat menikmati apa yang Tuhan janjikan kita harus bersedia untuk melepaskan ‘jubah budak’ dan mau mengenakan jubah sebagai ‘anak’, juga mengubah pola pikir dari status sebagai ‘budak’ menjadi seorang ‘anak’, seperti tertulis: “Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: ‘ya Abba, ya Bapa!’ Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah.” (Galatia 4:6-7). Karena itu Tuhan memperingatkan kita untuk tidak lagi menoleh ke belakang (ayat nas), kembali kepada kehidupan lama.

Selama kita masih dibelenggu oleh masa lalu hidup kita, sulit rasanya untuk kita mencapai Tanah Perjanjian! (Disadur dari aplikasi renungan harian )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here