Masa Lalu Biarkanlah Berlalu (2)
Baca: Keluaran 16:1-36

“Ah, kalau kami mati tadinya di tanah Mesir oleh tangan TUHAN ketika kami duduk menghadapi kuali berisi daging dan makan roti sampai kenyang! Sebab kamu membawa kami keluar ke padang gurun ini untuk membunuh seluruh jemaah ini dengan kelaparan.” (Keluaran 16:3)

Sekalipun sudah dibawa keluar dari Mesir, umat Israel tetap saja menoleh ke belakang dan tak berhenti membanding-bandingkan keadaan sewaktu berada di Mesir. Padahal Tuhan sudah menyediakan suatu kehidupan yang berpengharapan di Kanaan, “…suatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya,” (Keluaran 3:8).

Meski demikian bayang-bayang kehidupan masa lalu di Mesir terus menghantui pikiran mereka dan mental sebagai budak tetap saja melekat, padahal mereka sudah dipilih Tuhan sebagai umat pilihan dan kesayangan-Nya.

Hal itu terlihat di sepanjang perjalanan di padang gurun, mereka tak pernah berhenti mengeluh, bersungut-sungut dan terus-menerus membanding-bandingkan saat hidup di Mesir (ayat nas).

Karena terus memberontak dan terbelenggu oleh masa lalunya di Mesir, sebagian besar umat Israel akhirnya gagal mencapai Tanah Perjanjian (Kanaan). Kegagalan mereka mencapai Tanah yang dijanjikan Tuhan itu berkenaan dengan masalah mental atau pola pikir yang belum diperbaharui. Jangan pernah menganggap remeh apa yang kita pikirkan karena hal itu akan berdampak pada setiap tindakan kita. Alam pikiran kita acapkali membawa kita pada kenyataan seperti yang kita pikirkan: baik atau tidak baik keadaannya, berkat atau kutuk. “Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia.” (Amsal 23:7a).

Tuhan tidak pernah merancangkan kegagalan atau hal-hal yang buruk bagi kehidupan anak-anak-nya, rancangan-Nya selalu baik adanya (baca Yeremia 29:11). Tidak ada rencana dan rancangan Tuhan yang gagal (baca Ayub 42:2), namun sikap hati, pola pikir kita sendiri, dan pilihan hidup yang kita pilih yang seringkali menggagalkan rencana Tuhan digenapi di dalam hidup ini. Mulai dari sekarang lepaskan semua belenggu-belenggu masa lalu!

Di dalam Kristus kita adalah ciptaan baru, “…yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” (2 Korintus 5:17). (Disadur dari aplikasi renungan harian )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here