Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, dan Kepala Kemenag Kabupaten Keerom, Karel Mambay, SE, MPd.K, bersama tamu undangan yang hadir pada kegiatan Natal Bersama dan Lepas Sambut Tahun 2020 Keluarga Besar Kemenag Keerom, di Arso, kemarin. (Arief / LPC)

Dihadiri Wabup, Piter Gusbager, SHut, MUP dan tokoh agama dari FKUB, MUI, PGGK, dan PHDI

KEEROM (LINTAS PAPUA)  – Keluarga besar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kerom menggelar kegiatan Natal Bersama dan Tahun Baru 2020, di Halaman Kantor Kemenag Keerom pada Selasa (14/01/20) kemarin. Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager SHut, MUP, Kepala Kemenag Keerom, Karel Mambay, SE, MPdK, dan tamu undangan lain.

Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, dalam sambutannya mengemukakan bahwa perayaan dan semangat harus ada setiap saat dan ada di hati semua orang. (Arief / LPC)

Turut hadir pimpinan dan staf lembaga di jajaran Kemenag Keerom baik dari KUA, dan sekolah-sekolah keagamaan di Keerom, para penyuluh agam non PNS, juga pimpinan lembaga keagamaan. Diantaranya Ketua FKUB Keerom, Ust Nur Salim Ar-rozy, Ketua PGGK, Pdt. Karel Mambrasar, Ketua MUI, Kyai Mahfudz Mudhor, dan Ketua PHDI yang diwakili Pinandita, Putu Santika.

Acara didahului dengan ibadah yang dipimpin oleh pembawa liturgy, pdt, Merry Wompere serta Pembawa firman, Pastor. M. Pekey. Dilanjutkan penyalaan lilin natal sebanyak 12 buah, serta penyerahan DPA Kemenag Keerom, serta pemberian bantuan-bantuan bagi penerima dari Kemenag Keerom.

Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, dalam sambutannya mengemukakan bahwa perayaan dan semangat harus ada setiap saat dan ada di hati semua orang.

Ia juga mengemukakan bahwa Indonesia adalah satu-satunya negara demokrasi didunia yang mengatur masalah agama. ‘’Karena warga Indonesia adalah orang-orang yang beragama,’’ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar tema Natal tahun ini yaitu menjadi sahabat bagi semua orang harus dimaknai dalam hati setiap orang. ‘’Karena menjadi sahabat bagi semua orang itu tak mudah, harus berdamai dengan diri sendiri dan bisa memaafkan orang lain. Singkatnya tak boleh egois apalagi ingin menang sendiri,’’pesannya.

Dengan semangat itu maka setiap orang akan bisa menghargai orang lain dan menghargai hak-hak orang lain. ‘’Sebenarnya dengan semangat natal kita kembali ke kehidupan yang sebenarnya, yaitu tentang cinta dan kasih seperti yang diajarkan di semua kitab dan semua agama. Saya harap itu juga ada di Keerom,’’pungkasnya.

Sementara Kepala Kemenag Keerom, Karel F. Mambay, SE, MPd.K, mengemukakan bahwa ada 5 tugas utama Kemenag dalam tugas penatalaksaannya. Yaitu tugas pembinaan pendidikan, meningkatkan ketakwaan umat beragama, pemeliharaan kerukunan umat beragama, penyelenggaraan ibadah haji, serta tata kelola pemerintahan yang bersih.

‘’Dalam tugaa ini, kita tak bisa berdiri sendiri, kami harus bermitra dengan seluruh kelembagaan agama di kabupaten ini termasuk lembaga pendidikan,’’ujarnya.

Sementara itu Ketua Panitia kegiatan, Pdt. Christian Abaa, bahwa sub tema yang diangkat pada kegiatan Natal bersama Kemenag adalah merawat kerukuann menuju kabupaten Keerom yang maju dan mandiri.

‘’kepanitiaan natal terdiri dari untuk ASN Kemenag Keerom baik structural dan fungsional, unsur penyuluh agama non PNS dari Kristen Protestan dan Katholik, Sekretarian Kemenag dan lainnya. Total sebanyak 29 juta dana terkumpul seluruhnya digunakan untuk kegiatan kali ini dan juga untuk memberikan bantuan-bantuan bagi gereja yang membutuhkan untuk pembangunan maupun keperluan peribadatan,’’jelasnya. (arief/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here