Ketua Biker Subuhan Jayapura (BSJ), Muh. Rivai, menyerahkan bingkisan kepada imam Masjid Fiisabilillah, Ust. Anwar Husein, sebagai bagian dari kegiatan Safari Sholat Shubuh berjamaah dan silarurahmi antara anggota BSJ dan Jamaah Masjid Fisabilillah, Kampung Sanggaria, Arso I, Keerom, belum lama ini. (Arief /lintaspapua.com)

KEEROM (LINTAS PAPUA)  – Para rider yang tergabung dalam BSJ atau Bikers Shubuhan Jayapura menggelar kegiatan Safari Sholat Shubuh ke Masjid Fiisabilillah, Kampung Sanggaria, Arso I, Keerom, belum lama ini (12/01/20).

Pada kegiatan ini lebih dari 50-an rider anggota BSJ bersama anggota dari Sentani dan Muaratami, datang ke Masjid Fiisabililah dengan tujuan utama melaksanakan sholat shubuh secara berjamaah dan sekaligus bersilaturahmi dengan jamaah Masjid Fiisabilillah.

Turut dalam kegiatan tersebut para ust, ketua dan anggota BSJ, diantaranya Ust. Wahyudi Sugiarto, Ust. Idham, Muh. Rivai, Deddy Taufan, Lalu Muhajirin dan lain-lain. Sementara dari masjid Fiisabillah ada Imam Masjid Fiisabillilah, Ust. Anwar Husein, para sesepuh masjid dan pengurus DMI Masjid Fiisabilillah.

Usai melaksanakan sholat shubuh, jamaah mendengarkan tauziah dari kultum yang disampaikan Ust. Wahyudi yang menyampaikan materi tentang masih banyaknya umat islam yang mengingat pada 5 perkara dan melupakan 5 perkara lainnya.

‘’Masih banyak diantara kita, umat islam yang mengingat dunia dan melupakan akhirat, mengingat mencari harta namun melupakan sodaqoh, dan lainnya. Maka marilah kita meninggalkan hal-hal yang tidak perlu tersebut untuk meraih hidup akhirat yang lebih kekal ketimbang hidup dunia yang hanya sementara ini,’’ungkapnya.

Ketua (Awallun) BSJ, Muh. Rivai, mengemukakan bahwa Biker Shubuhan saat ini telah ada di Jayapura, Sentani dan Muaratami. Sementara di Keerom sudah ada namun belum terlalu aktif, namun diharapkan nantinya bisa juga aktif kembali.

‘’Karena tujuan dari biker subuhan ini tak lain adalah hanya untuk meramaikan sholat shubuh di masjid. Maka BSJ melakukan safari sholat shubuh di masjid-masjid yang ada mulai dari Jayapura, Sentani, Koya hingga Keerom, seperti yang kita lakukan kali ini di masjid Fiisabilillah,’’ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa BSJ terbuka bagi siapapun tidak memandang kedudukan, status, umur atrau jenis pekerjaan. ‘’Yang penting adalah islam, dan memiliki visi yang sama yaitu mendirikan dan melaksanakan subuhan berjamaah serta memakmurkan masjid-masjid di Jayapura dan kabupaten sekitarnya,’’lanjutnya.

Ditambahkan, BSJ mempersilakan siapa saja menjadi anggota yang memiliki motor jenis apapun, juga bersifat independen. Juga BSJ tidak berada dibawah ormas, partai, aliran (faham/ajaran) tertentu. Serta tidak terlibat dengan masalah politik apalagi politik praktis. (arief/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here