Pelayanan Kesehatan di RSUD Kwaingga Kembali Normal

0
1831
Direktur RSUD Kwaingga, dr. Bernadette Eka Soeci, SKM, MKes. Serta pelayanan di Instalasi Rawat Darurat (IRD) di rumahsakit yang telah berjalan normal kembali. (Arief / lintaspapua.com)

KEEROM (LINTAS PAPUA) – Pelayanan kesehatan di RSUD Kwaingga, saat ini telah kembali normal. Masyarakat yang hendak memeriksakan kesehatannya kini sudah bisa terlayani. Hal ini menyusul telah adanya dokter yang membantu pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut.

Suasana sidak Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, saat melihat kondisi ruangan dan pasien, dalam sidak pada Kamis (02/01/2019) ini. (Arief / lintaspapua.com)

Suasana sidak Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, serta pertemuan antara perawat RSUD Kwaingga Keerom dengan Wabup saat sidak pada Kamis (02/01/2019) ini. (Arief / lintaspapua.com)
Suasana sidak Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, serta pertemuan antara perawat RSUD Kwaingga Keerom dengan Wabup saat sidak pada Kamis (02/01/2019) ini. (Arief / lintaspapua.com)

Direktur RSUD Kwaingga, dr. Bernadette Eka Soeci, SKM, MKes mengemukakan setelah pertemuan atau Sidak yang dilakukan Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, maka pihaknya telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi kekurangan tenaga dokter dan paramedis.

‘’Untuk pelayanan sampai saat ini sudah kembali normal, meskipun belum seluruh dokter yang kita rencanakan bisa ikut. Namun untuk IRD sudah ada dokter jaga, yaitu dr. Wiwid dan dr. Ferdinan secara bergantian,’’ujarnya

Sementara untuk hari senin kegiatan pelayanan di poli adalah dokter kandungan sudah bisa melayani masyarakat yaitu dr. Fanny J. Ewy, Sp.OG, MKes. Sementara untuk dokter anak dan dokter penyakit dalam meskpun telah ada dalam jadwal namun masih menunggu konfirmasi Dinkes karena terkait status sebagai dr kontrak.

‘’Untuk dokter kandungan anak sudah bisa dimulai pada Senin (6/1/20), sementara untuk dokter spesialis anak dan dokter spesialis penyakit dalam (sebagai tenaga dokter kontrak) belum bisa dipastikan karena harus melapor dulu ke Dinas Kesehatan,’’lanjutnya.

Selain itu, direktur RSUD Kwaingga mengemukakan untuk tahun 2020, pihaknya mengharapkan RSUD Kwaingga statusnya diusulkan menjadi BLUD atau badan layanan unit daerah. ‘’Dengan menjadi BLUD maka pendapatan rutin RS tidak perlu disetor ke Bapenda namun tetap tercatat sebagai pemasukan daerah namun bisa dimanfaatkan langsung oleh rumah sakit untuk kegiatan operasional rutin rumnah sakit,’’terangnya.

Ia menambahkan saat ini sebanyak 3 orang staf RS Kwaingga tengah mengikuti Bintek di Jogya, selanjutnya mereka akan menyusun draft SK Bup. ‘’Namun ini masih perlu perlu kita konsultasikan ke Bappeda, Dinas Kesehatan, dan bagian hukum, sehingga draf bisa menjadi SK bupati, nantinya. Hal ini penting karena selama ini karena kelambatan uang maka operasional jadi terpengaruh,’’ujarnya.

Sementara dari IRD, dilaporkan semalam telah berjalan normal dan ada beberapa pasien yang sudah dilayani di instalasi rawat darurat tersebut. Menurut salah seorang mantra yang bertugas di IRD, Didi, bahwa pasien malam tadi cukup banyak.

‘’Malam ini yang bertugas sebagai perawat ada 3 orang termasuk perawat, sementara untuk dokter piket ada dr. Wiwit,’’terangnya. (arief/lintaspapua.com)

_________________________________________________________________

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here