Dinas Pendidikan dan PGRI Gelar Perayaan Natal Bersama Warga Korban Banjir

0
364

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Keluarga besar Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menggelar Ibadah Perayaan Natal bersama Warga Kemiri Terdampak banjir bandang dan longsor di Sentani 16 Maret 2019 lalu, pada Senin (16/12/2019) kemarin pagi.

Ibadah Perayaan Natal tersebut berjalan dengan meriah dan penuh kebersamaan, di Lapangan SKB, Kemiri, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura.

Adapun Tema Natal Keluarga Besar Dinas Pendidikan dan PGRI Kabupaten Jayapura adalah “Hiduplah Sebagai Sahabat bagi Semua Orang” (Yohanes 15:14-15).

Dan sebagai Sub Tema adalah “Dengan Perayaan Natal, kita tingkatkan kinerja dan persahabatan dalam ruang lingkup Dinas Pendidikan dan PGRI Kabupaten Jayapura”.

Turut hadir dalam acara ini Asisten I Bidang Pemerintahan Umum Setda Kabupaten Jayapura, Abdul Rahman Basri, S.Sos, M.KP, sejumlah Anggota DPRD Kabupaten Jayapura, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura Tedd J. Mokay, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura Suprodjo serta kepala bidang maupun staf dinas, Ketua PGRI Kabupaten Jayapura Jimmy Fitowin, dan turut dihadiri para pengurus dan anggota PGRI Kabupaten Jayapura lainnya, kalangan media dan tamu undangan lainnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura, Tedd J. Mokay kepada wartawan mengingatkan, jajarannya untuk menerapkan apa yang dikhotbahkan tadi oleh pak pendeta. Terkait kinerja dinas yang dipimpin, Tedd minta jajaran menjalani penuh ketulusan.

“Mensyukuri apa yang Tuhan berikan dan jangan bersungut-sungut. Terima kritik dari orang lain, maka kita akan di mampu kan dalam bekerja,” kata Tedd Mokay usai ibadah Perayaan Natal Bersama, Senin (16/12/2019) kemarin siang.

“Perayaan Natal ini kali pertama yang kita laksanakan di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura. Saya pikir makna Natal itu kan orang juga mempersepsikannya berbeda-beda, namun bagi kami di Dinas Pendidikan dan juga teman-teman guru yang tergabung dalam wadah PGRI. Yang mana, kami berpikir makna Natal itu sebaiknya bukan hanya dijadikan sebuah pesta. Tapi, kita bisa berbagi dengan sesama terutama dengan mereka yang menjadi korban banjir bandang dan longsor,” ucap pria yang pernah menjabat Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah tersebut.

Lanjut Tedd mengatakan, jika pada kesempatan ini dirinya pikir itu nilai apa yang kita bisa lakukan dari refleksi kita tentang kelahiran Yesus, untuk membawa damai dan juga bersahabat dengan semua orang yang sesuai dengan tema Natal kali ini.

“Kepada seluruh keluarga besar Dinas Pendidikan dan PGRI semoga Kristus sebagai Putra Natal dapat menyertai kita dalam tugas dan pelayanan di bidang pendidikan demi mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya peserta didik di Kabupaten Jayapura yang kita cintai ini, sehingga dapat menjadi berkat bagi banyak orang,” kata mantan Kadis PU Kabupaten Jayapura tersebut.

Sementara, Ketua PGRI Kabupaten Jayapura Jimmy Fitowin mengatakan, perayaan Natal kali ini sebenarnya hanya menjadi sarana saja, kalau kita dari PGRI sendiri coba memberikan atensi karena roh didalamnya itu yang sebenarnya sangat penting.

“Kenapa saya katakan demikian, karena yang ikut melaksanakan Natal ini bukan saja teman-teman yang merayakan Natal itu atau dari kalangan Nasrani saja. Tapi, ada juga dari teman-teman yang beragama Muslim, Hindu dan Buddha yang ikut merayakan Natal kali ini. Sehingga bentuk kerukunan dalam kebersamaan tanpa membeda-bedakan itu yang menjadi inti daripada makna utama dari perayaan Natal tersebut,” katanya.

“Jadi, kebersamaan ini menjadi kekuatan terbesar di dalam PGRI, untuk nanti kedepannya menjadi mitra pemerintah bersama-sama kita coba memberantas persoalan-persoalan yang ada kaitannya dengan pendidikan,” tambah pria yang juga pernah berprofesi sebagai wartawan di salah satu media cetak terbesar di Papua.

Dalam kesempatan itu pula, diserahkan puluhan bingkisan Natal dari jajaran Dinas Pendidikan dan PGRI Kabupaten Jayapura untuk para korban banjir bandang yang berada di Posko Penampungan SKB, Kemiri, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura.

“Kita sengaja memilih lokasi perayaan Natal di lapangan SKB ini, agar Natal kali ini tidak hanya seperti acara seremonial-seremonial biasa. Akan tetapi, ada bentuk perhatian lain yang coba kita berikan kepada saudara-saudara kita yang mungkin saat ini masih merasa sendiri atau trauma, sehingga kita coba mendatangi mereka dengan melakukan ibadah perayaan Natal bersama,” kata Jimmy.

“Meskipun perhatian atau bantuan yang kita berikan itu tidak sesuai yang mereka harapkan. Tapi, bentuk perhatian kita kepada mereka itu yang paling utama. Kita ingin memberitahukan kepada mereka, bahwasanya mereka tidak sendiri di perayaan Natal tahun ini karena masih ada kita yang peduli dengan mereka,” tutupnya. (Irf / LINTASPAPUA.COM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here