Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, dan Ketua PWNU Provinsi Papua, Dr. Toni Wanggai, bersama jajaran PCNU Keerom saat membuka kegiatan Konfercab III PCNU Keerom, di Arso II, Sabtu (14/12/2019) kemarin. (Arief / lintaspapua.com)

Dihadiri Ketua PWNU, Toni Wanggai, Wakil Bupati Piter Gusbager Buka Konfercab III PCNU Keerom

KEEROM (LINTAS PAPUA)  – Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, menilai bahwa Nahdatul Ulama (NU) sebagai organisasi besar, maka kehadirannya di Kabupaten Keerom bisa menjadi salah satu pilar kekuatan utama bagi pembangunan di Kabupaten Keerom. Ia mengemukakan hal ini disela-sela kegiatan Pembukaan Konfercab III Penguru Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kabupaten Keerom, yang dilaksanakan di Arso Grande Hotel, Sabtu (14/12/2019) kemarin.

‘’Salah satu tugas pemerintah yang melekat pada Wakil Bupati Keerom adalah tugas umum kepemerintahan yaitu menjadi Pembina ormas keagamaam apapun yang sesuai dengan ideology pancasila wajib kita dukung, maka sebagai wabup Keerom, saya beri memberikan dukungan penuh kegiatan konfercab PCNU Keerom,’’ujarnya.

Ia juga berharap NU menjadi bagian penting bagi Kabupaten Keerom dalam proses pembangunan di Keerom.

‘’Saya berharap suksesnya Konfercab kali ini akan melahirkan pemimpin NU Keerom yang bisa membawa NU Keerom sebagai satu kekuatan sosial ekonomi, dan menjadi kekuatan bersama pilar bangsa lainnya untuk bersama membangun tanah keerom,” akatanya.

“NU bukan hanya menjalankan fungsi agama tapi juga fungsi sosial dan budaya, mari berkontribusi nyata bagi keerom. NU bukan hanya milik umat islam tapi seluruh umat manusia. Jangan ada rasa kecil hati atau dianaktirikan, karena kami akan memberi dukungan penuh bukan hanya saat konfercab tapi kegiatan lain yang dilakukan NU untuk membangun keerom yang lebih baik kedepan,’’pungkasnya.

Sementara itu, Ketua PWNU Provinsi Papua, Dr. Toni Wanggai, menyampaikan apresiasinya atas dilaksanakan Konfercab III NU.

‘’Kami mengapresiasi Konfercab III PCNU Keerom, semoga dengan bisa dilakukannya Konfercab kali ini akan menjadi sebuah keberkahan akhir tahun dan merupakan kebangkitan NU Keerom di tahun depan. Kami juga apresiasi kepada Wakil Bupati, Piter Gusbager bisa mendukung penuh kegiatan ini, Konfercab III kali ini,’’ujar Toni yang kesehariannya juga menjadi anggota MRP Keerom.

Ia juga menilai sinergitas antara NU dan Pemerintah Keerom akan sangat penting bagi pembangunan di keerom. ‘’Kami harapkan kedepan akan lebih baik dalam sinergi antara pemerintah dengan tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat, untuk membangun keerom yang lebih baik seperti motto keerom, tamne yisan kefase, yaitu bersatu bersepakat untuk membangun menuju keerom yang lebih baik,’’pungkasnya.

Sementara Rais Syuriah NU Keerom, Kyai Mahfud Muhdhor, menyampaikan terimakasih atas kehadiran Wabup Keerom dan Ketua PWNU Provinsi Papua di Konfercab. ‘’Kami sampaikan terimakasih atas kehadiran wabup dan ketua wilayah papua, ini merupakan motivasi untuk kami agar bisa bekerja klebih baik di masa yang akan datang, dan selebihnya saya berpesan kepada pemangku kepentingan di keerom untuk membimbing dan memperhatiakn NU mau tutup mata atau buka mata NU merupakan organisasi yang terbesar,’’pesannya.

Sedangkan, Mantan Ketua PWNU Papua yang hadir di kesempatan tersebut, Wahfir Kosasih, menyampaikan bahwa Keerom sebagai miniatur Indonesia maka NU Keerom hadir untuk berkontribusi nyata bagi Keerom.

“Maka NU pasca konfercab ini akan menjadi pionir dalam mengatur dan merajut persatuan yang dalam bahasa keerom tamne Yisan Kefase,” pesannya.

Hadir juga di kesempatan tersebut perintis PCNU Keerom, Ust. Nursalim Arrozy, yang mengemukakan bahwa modal dasar pembangunan di Keerom adalah keamanan, ketentraman, kerukunan dan ketertiban.

Dimana NU adalah salah satu organisasi yang berada di garis terdepan untuk itu, dimana itu sesuai dengan prinsip NU yaitu tawassuth, tasamuh, dan tawazun, maka NU akan kawal hal ini.

“Karena kita sadari atau tidak, saat ini telah terjadi polarisasi ditengah-tengah umat Islam, ada yang cenderung ke radikal ada yang moderat, dll, maka NU berada ditengah-tengah karena prinsip tersebut, sehingga kedepan umat Islam tidak terkotak kotak, menjadi bersatu, dan kedepan pembangunan di Keerom berjalan baik dan NU Keerom menjadi bagian dari itu,” katanya berpesan.

Setelah melakukan Konfercab selama sehari penuh, akhirnya, kegiatan pleno yang dipimpin Ketua Panitia Konfercab III PCNU Keerom, Sutrisno, berhasil memilih Rais Syuriah dan Ketua Tanfidyah yang baru untuk masa khidmat tahun 20192024. Terpilih secara aklamasi Rais Syuriah PCNU Keerom, Kyai Mahfud Muhdlor. Dan selaku Ketua Tanfidyah PCNU Keerom, Moh. Dimyathi, SPd.I. (Arief Nugroho/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here