Gubernur Papua, Lukas Enembe, saat menandatangani MoU. (Gracio / liintaspapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe menegaskan, persiapan keseluruhan venue untuk penyelenggaraan PON XX 2020 Papua harus selesai pada Juli 2020.

Sebagaimana diketahui Pemerintah Provinsi Papua bersama KONI Pusat, kepala Daerah cluster dan Forkopimda telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) di Gedung Negara, kota Jayapura, Rabu, (11/12).

“Saya berharap semua fasilitas PON sudah harus selesai Juli 2020, sehingga kita bisa tinggal tunggu penyelenggaraan, sehingga jangan kita disibukkan dengan pembangunan venue dan lainnya,” kata Lukas Enembe.

Dijelaskannya, saat PON nanti kita (Papua) sebagai tuan rumah akan menerima tamu dalam jumlah besar, maka yang harus ditunjukkan ialah bagaimana kita menerima tamu.

“Masyarakat semua harus siap dan merepresentasikan Papua layak sebagai tuan rumah PON. Kita harus meyakinkan mereka bahwa situasi dan kondisi di Papua aman, sehingga mereka bisa menikmati kebudayaan dan pariwisata di Papua. Kita semua bersaudara siap menerima atlet dari berbagai daerah di Indonesia,” pintanya.

Dirinya pun berharap agar setiap kontingen yang datang dan kembali pulang ke Daerah asal, mereka bisa membawa sesuatu yang berkesan dari Papua, ini yang perlu dijaga, “karena Jadi tuan rumah ini adalah kehormatan dan penghargaan kita Papua dari Negara Republik Indonesia,” ungkapnya.

“Pastikan saat penyelenggaraan PON semua dalam kondisi aman dan terkendali dan tidak boleh ada yang mabuk, kita bukan bangsa pemabuk. Tunjukkan perilaku yang baik sebagai tuan rumah PON,” tegas Lukas.

Sementara wakil ketua umum KONI pusat Suwarno mengatakan 314 hari menuju PON XX bukan waktu yang panjang dan diharapkan seluruh venue selesai pada Juli 2020.

“Kami sudah katakan kepada seluruh provinsi bahwa tidak perlu khawatir bahwa PON di Papua ini tetap jadi,” katanya.

Dirinya mengajak semua pihak untuk menjadi bagian dari solusi dan bukan jadi bagian dari masalah. “Kami yakin dengan itu pasti PON akan sukses di Papua,” pungkas Suwarno. (Gracio/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here