Pesan Wabup Piter Gusbager Saat Rakernis Distrik Kab. Keerom Tahun 2019

KEEROM (LINTAS PAPUA) – Keluhan – keluhan masyarakat di Keerom dewasa ini banyak kaitannya dengan infrastruktur terutama jalan, kemiskinan dan lainnya. Tak heran distrik sebagai kepanjangan tangan pemerintah kabupaten seringkali dihadapkan dengan pertanyaan dan keluhan masyarakat.

Untuk menjawab keluhan dan permasalahan masyarakat itu, maka sebagai pimpinan distrik dituntut untuk berani dalam melakukan terobosan-terobosan untuk menjawab permasalahan yang dihadapi masyarakat. Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, mengemukakan hal ini saat memberikan sambutan pada kegiatan Pembukaan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Distrik se-Kab. Keerom Tahun 2019 yang dilaksanakan di Aula Kantor Bupati Keerom, Selasa (10/12/2019) kemarin.

‘’Keerom ini sudah 15 tahun, apa yang berubah dari Keerom. Distrik terlalu sibuk dengan hal hal yang normatif, administratif, birokratif yang tidak prinsip, sementara masyarakat hari-hari berteriak, mau makan tidak ada makanan, mau pergi tidak ada angkutan, jadi ini kepala distrik harus buat terobosan, apa yang bisa kita lakukan untuk benahi system pelayan untuk menjawab hal ini,’’pesannya.

Ia menambahkan, distrik harus bisa lakukans sesuatu yang inovatif dan kreatif. ‘’Hari ini tantangan yang kita hadapi adalah tantangan perubahan yang begitu cepat, khususnya kebijakan pemerintah pusat. Maka kompetensi Kadistrik juga harus diupgrade,’’pesannya.

Tak lupa ia berpesan agar Kadistrik juga bekerja secara kolaboratif dengan prinsip-prinsip good governance. ‘’Zaman hari ini kalau kerja sendiri yang orang bilang ‘single fighter’ itu tidak laku karena saat ini untuk kemajuan harus mengedepankan kerjasama atau kolaboratif, dan ini bisa terjadi kalau ada prinsip-prinsip good governance yaitu transparansi, akuntabelity, respionsif, dll,’’pesannya.

Selain itu Wabup juga mengingatkan bahwa jabatan yang diemban kadistrik saat ini bukanlah pemberian dari atasan, namun memang itu sudah menjadi hak mereka sebagai ASN dan juga berkat dari Tuhan.

‘’Jadi lupakan kalau ada anggapan ini pemberian atasan dan ada balas budi. Itu nonsen. Hutang budi kalian sebagai kadistrik adalah kepada masyarakat, jadikan jabatan kalian itu untuk mengabdi dan mensejahterakan masyarakat di distrik dan kampung,’’pungkasnya.

Sementara itu Ketua Panitia yang juga Kabag Tapem Setda Keerom, Elchi Meho, SSTP, dalam laporannya menyampaikan bahwa tujuan Rakernis adalah dalam rangka meningkatkan kinerja pelayanan distrik di bidang administrasi pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan.

‘’Sasaran yang ingin dicapai dari rakernis adalah terlaksananya evaluasi pelayanan pemerintahan distrik, baik menyangkut kendala, permasalahan yang dihadapi dan ditemui dilapangan, serta solusi pemecahannya,’’jelasnya.

Hadir juga pada kesempatan tersebut, Asisten I bidang Pemerintahan, Sucahyo Agung, SSTP, MM, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Dra. Yohana Waas dan pimpinan SKPD. Peserta Rakernis adalah unsur pimpinan distrik yaitu para kadistrik, kapolsek dan danramil, aparat distrik yang berasal dari 11 distrik di Kab Keerom. Kesebelas distrik tersebut adalah Waris, Web, Arso, Arso Timur, Skanto, Senggi, Towe, Arso Barat, Mannem, Kaisenar dan Yaffi.

Kegiatan ditutup dengan perumusan hasil rakernis di sore harinya, dan ditutup langsung oleh Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP. Dilanjutkan sesi foto bersama. (arief/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here