Kegiatan Bimtek Pendidikan Keluarga dalam rangka penurunan angka Stunting pada 1000 hari pertama kehidupan, yang digelar kemarin (9/12) di Sanggaria, Keerom. (Arief /LintasPapua.Com)

KEEROM (LINTAS PAPUA)  – Dalam rangka menurunkan angka Stunting di Keerom, maka Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten  Keerom, menggelar Bimtek bagi 200 peserta dari pihak terkait. Kegiatan dengan titel ‘Bimtek Pendidikan Keluarga dalam Rangka Penurunan Angka Stunting pada 1000 Hari Pertama Kehidupan, digelar Senin (9/12) kemarin di Gedung Serbaguna, Sanggaria, Keerom.

Bupati Keerom, Muh. Markum SH, MH, MM, yang diwakili Kadinas P dan K Kab Keerom, Drs. Bambang Suhartawan, MMT, membuka kegiatan tersebut bersama Narsum yang hadir. Diantaranya Kepala BP PAUD Prov Papua dan Papua Barat, Drs. Hadiyana, MM, Ketua TP PKK Kab Keerom, Cicih Mintarsih Markum, SH dan perwakilan dari Dit. Bindikkel.

Bambang Suhartawan saat membawakan sambutan Bupati Keerom, mengemukakan bahwa Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita karena disebabkan kekurangan gizi terutama pada 1000 hari pertama kehidupan seorang bayi.

‘’Kondisi ini disebabkan kurangnya asupan gizi dalam waktu lama, juga dipengaruhi oleh pola asuh yang tak memadai,’’ungkapnya saat pembukaan.

Ditambahkan, bahwa data stunting yang ada di Keerom menunjukkan angka stunting yang cukup tinggi ada di 4 puskesmas di Keerom. Yaitu Puskesmas Yabanda (Distrik Yaffi) dengan angka 30,03 persen, lalu Puskesmas Pitewi (Arso timur) dengan angka 28,81 persen, Puskesmas Arso III (Skanto) dengan angka 28.71 persen dan Puskesmas Ubrub dengan angka 24, 85 persen.

Kadinas P dan K Kab Keerom, Drs. Bambang Suhartawan, MMT,, saat membawakan sambutannya. (Arief /lintaspapua.com)

Ia juga mengharapkan kegiatan bintek ini dapat mengurangi angka Stunting di Keerom. Karena Stunting jika tak terdeteksi sejak dini akan mengakibatkan pertumbuhan anak tak maksimal bahkan mengurangi produktivitasnya saat dewasa, juga rentan penyakit, dan masalah-masalah lainnya.

‘’Berdasarkan data Dinkes Kab Keerom bahwa di Keerom angka stunting terdapat 30,8 persen. Walaupun secara prevalensi menurun namun angka tersebut termasuk tinggi. Untuk menurunkan angka stunting keerom perlu dilakukan secara secara terintegrasi upaya-upaya menurunkannya,’’ungkapnya.

Sementara itu Ketua Panitia Kegiatan, Ny. Sarah, dalam laporannya mengemukakan bahwa tujuan kegiatan adalah untuk memberikan pengetahuan dan pemahamaan kepada masyarakat tentang pentinganya pengasuhan 1000 HPK dalam rangka dukung tumbah kembangnya anak dan mencegah stunting.

Peserta sebanyak 200 orang, berasala dari Pokja PKK Kab, Distrik dan Kampung, juga pengelola dan bunda PAUD di Kampung. Sedangkan pemberi materi antara lain Bupati/kadinas P dan K, Bindikkel, Bunda Paud Keerom, dan TP PKK.

‘’Kegiatan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab, diskusi kelompok dan simulasi,’’pungkasnya. (arief/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here