SENTANI (LINTAS PAPUA) – Palang Merah Indonesia (PMI) menggelar pelantikan pengurus PMI Kabupaten Jayapura masa bhakti tahun 2018-2023 bertempat di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (4/12/2019) kemarin siang.

Ketua PMI Provinsi Papua, Ny. Yolanda Tinal didampingi Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, ketika menyaksikan penandatanganan berita acara pelantikan yang dilakukan oleh Ketua PMI Kabupaten Jayapura yang baru dilantik dan juga merupakan Wakil Bupati Jayapura Giri Wijayantoro, usai prosesi pelantikan pengurus PMI Kabupaten Jayapura periode 2018-2023 yang berlangsung di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (4/12/2019) kemarin siang. (Irfan /LPC)

Kepengurusan ini dilantik langsung oleh Ketua PMI Provinsi Papua, Ny. Yolanda Tinal. Adapun kepengurusan yang baru dilantik ini diketuai oleh Wakil Bupati Jayapura Giri Wijayantoro dan tentu saja Bupati Jayapura sebagai pelindungnya.

Dalam kesempatan itu, Ny. Yolanda Tinal menyampaikan ucapan terima kasih dan memberikan penghargaan kepada pengurus PMI Kabupaten Jayapura masa bhakti 2013-2018 yang telah mengelola dan menjalankan organisasi PMI Kabupaten Jayapura dalam periode lima tahun terakhir ini.

“Saya juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus dan ketua PMI Kabupaten Jayapura yang dilantik pada hari ini (kemarin). Ucapan selamat ini tentunya mengandung harapan baru, bahwa saudara-saudara dapat segera bekerja dan melakukan yang terbaik untuk mendorong kemajuan PMI khususnya PMI Kabupaten Jayapura dalam rangka melakukan tugas-tugas kemanusiaan,” ucapnya.

Ny. Yolanda Tinal masih dalam sambutannya menjelaskan, pelantikan ini dilaksanakan setelah PMI Kabupaten Jayapura memiliki badan pengurus yang lengkap. Selama ini, PMI Kabupaten Jayapura mengalami kevakuman pengurus, sehingga dengan adanya pelantikan tersebut, maka PMI Kabupaten Jayapura kembali melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai organisasi kemanusiaan secara normal.

“Pelantikan ini merupakan momentum pengukuhan komitmen dan tekad pengurus PMI untuk mendayagunakan segenap potensi yang dimiliki, guna didedikasikan dalam rangka mewujudkan program organisasi, terutama dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan dan juga pelayanan kepada masyarakat secara umum dan terkhusus Kabupaten Jayapura,” jelasnya.

Yolanda menegaskan, organisasi PMI bertujuan untuk Membangun citra yang lebih baik lagi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Tidak dapat dipungkiri dalam pelayanan kemanusiaan, PMI masih banyak terbentur kendala yang dihadapi, baik pengurus, staf maupun relawan, serta anggaran PMI yang masih berharap pada dana hibah Pemda serta sarana dan prasarana penunjang lainnya,” tegas Yolanda.

Lebih jauh, Yolanda menyebutkan, sampai kini masih banyak Pekerjaan rumah (PR) yang harus segera diurai, ditindaklanjuti dan dilakukan oleh keluarga besar PMI Kabupaten Jayapura. Sebagai contohnya, penanganan lanjutan akibat bencana alam banjir bandang dan longsor pada bulan Maret 2019 lalu, juga persiapan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX yang akan diselenggarakan di Papua pada tahun 2020 mendatang.

Selain itu, Yolanda berharap kepada pengurus yang baru dilantik laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya.

“Saya sangat berharap jajaran pengurus PMI Kabupaten Jayapura yang baru dilantik pada hari ini (kemarin) dapat segera bergerak cepat, untuk merancang berbagai program kerja, guna mendukung serta mengoptimalkan peran serta PMI Kabupaten Jayapura di tengah-tengah masyarakat,” harapnya.

Ia menyampaikan, sebagai organisasi kemanusiaan yang telah berkiprah di Indonesia sejak tahun 1945, PMI tentunya melewati berbagai peristiwa yang akhirnya membentuk organisasi ini menjadi lebih profesional, tanggap dan konsisten. Baik dalam setiap menjalankan roda organisasinya, pelayanan, pengelolaan darah, pelayanan tanggap darurat bencana dan pelayanan sosial kemasyarakatan lainnya.

“Seiring dengan hal tersebut, saya sangat berharap organisasi PMI Kabupaten Jayapura dengan pengurus baru ini dapat memaksimalkan perannya untuk mampu menjalankan visi misi kemanusiaan serta memerankan diri sebagai lembaga kemanusiaan yang selalu aktif dan peduli terhadap berbagai upaya penanganan masalah kemanusiaan di daerah ini. Jadilah garda terdepan ketika masalah kemanusiaan timbul di daerah ini,” paparnya.

Tugas dan tanggung jawab moral PMI akan semakin berat, kata Yolanda, karena saat ini semua dihadapkan pada kenyataan bahwa hampir seluruh wilayah Indonesia merupakan daerah yang memiliki potensi bencana alam.

“Dalam skala lokal pun kita ketahui, Kabupaten Jayapura adalah daerah yang memiliki tingkat kerawanan bencana seperti gempa bumi, banjir, tanah longsor, bahkan konflik sosial. Disamping itu pula, bencana non alam seperti kebakaran pemukiman masyarakat yang akhir-akhir ini sering terjadi, kesiapsiagaan keluarga besar PMI Kabupaten Jayapura untuk menanggulangi bencana-bencana tersebut sangat dibutuhkan. Tantangan lain yang juga perlu diperhatikan adalah menjadikan gerakan donor darah sebagai gaya hidup (life style) di tengah masyarakat,” katanya.

”Saat ini, kita harus akui jumlah kebutuhan darah sangat tidak berimbang dengan jumlah ketersediaan stok darah di Papua. Hal ini diyakini terjadi bukan dikarenakan rendahnya potensi kepedulian sosial masyarakat. Tetapi, lebih dikarenakan faktor belum memasyarakatnya aksi dan gerakan donor darah sebagai gaya hidup di tengah masyarakat. Oleh karena itu, kepada seluruh jajaran pengurus PMI Kabupaten Jayapura periode 2018-2023 dan ketua serta relawan, marilah PMI menjadi garda terdepan tentang pentingnya aksi donor darah,” sambungnya.

Ia juga menambahkan, selain peningkatan pelayanan, Palang Merah Indonesia juga dituntut untuk fokus pada tugas-tugas sosial lainnya serta dapat memberikan warna yang terbaik kepada masyarakat sebagai wujud implementasi kegiatan kepalangmerahan, melalui kegiatan-kegiatan pembinaan karakter kepada generasi muda dalam hal ini kegiatan Palang Merah Remaja (PMR) dan Korps Sukarela (KSR).

“Generasi muda dan kalangan remaja menjadi penggerak mesin roda organisasi PMI. Merak menjadi basis terdepan terlaksananya kegiatan-kegiatan kemanusiaan. Mulai dari perekrutan relawan, pelatihan dan menjadi diseminator untuk menyebarkan nilai-nilai kepalangmerahan, menjadi penyuluh bagi rekan sebaya serta dapat memberikan sosialisasi bagaimana mencegah penularan penyakit HIV/AIDS, serta pelayanan bencana (kesiapsiagaan dan mitigasi bencana),” bebernya.

“Kami dalam hal ini PMI juga mengajak seluruh generasi muda untuk terus peduli dengan melakukan aksi-aksi kemanusiaan. Aksi kemanusiaan dapat diwujudkan di antaranya dalam penanganan bencana, masalah kesehatan dan donor darah serta donor dara siswa. Teruslah mengumandangkan slogan setetes darah untuk kemanusiaan,” tukas Yolanda. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here