Sekretaris Umum KONI Papua, Kenius Kogoya SP. M.Si kepada wartawan Selasa malam, (02/12/2019). (MG)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Bagi para atlet Papua yang akan mendapatkan Medali untuk Indonesia di ajang Sea Games 2019 yang berlangsing di Filipina akan di berikan peghargaan. Hal itu disampaikan langsung Sekretaris Umum KONI Papua, Kenius Kogoya SP. M.Si kepada wartawan Selasa malam, (02/12/2019).

“Untuk para atlet yang ikut mengharumkan nama Indonesia dikanca Sea Games di Filipina 2019 itu akan di kita berikan dukungan dalam bentuk uang saku ataupun penhargaan bagi mereka, untuk 23 atlet per orang itu Rp. 5 juta. Itu sebagai bentuk penghargaan KONI untuk mereka,” ujarnya.

Lanjutnya apabila ada yang berprestasi lebih dengan menyumbangkan medali emas, perak dan perunggu kita juga akan berikan penghargaan khusus kepada mereka. Itu sudah menjadi kesepakatan kita KONI Papua, meski negara juga memberikan dukungan kepada atlet, KONI hanya bersifat memberikan perhatian kita bagi mereka dan nilainya nanti transparan.

“Dan yang meraih medali besarannya nanti akan kita tentukan. Sebenarnya perdesember atau Januari itu timnya itu sudah tim inti dan proses degradasi ini dilakukan hingga januari untuk atlet yang akan bertarung pada PON 2020 nanti,” bebernya.

Per Januari 2020 itu sudah tim inti sudah akan terbentuk, kami harapkan untuk sisa waktu yang ada ini pelatih secara khusus pelatih sudah melihat progres yang baik tetap dipertahankan dan dilakukan degradasi, terus terang saat ini kami membiayai atlet cukup banyak.

“Proses promosi degradasi ini kita bisa dapatkan tim inti yang siap berlaga di PON nantinya,” pungkasnya.

Disinggung soal bulan Kenius menegaskan Desember secara umum libur itu tidak ada, hanya kita berikan waktu khusus itu saat tahun baru dan Natal. 24-26 berlaku untuk semua atlet. Baik yang di Papua.

Tahun baru 31 Desember dan 1-2 Januari itu libur setelah itu kembali latihan, karena waktu yang sudah mepet ini, kita atur supaya atlet jangan lengah dengan masa libur pelatih dan atlet kecuali hari raya itu mereka libur.

“Karena mereka menjadi atlet Papua, soal urusan KTP tidak masalah dan jumlahnya tidak banyak itu untuk atlet yang pindah dan bermain untuk Papua,” tutupnya. (MG)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here