<
Lintaspapua.com

Gustaf Griapon : Teknologi Visat Dipasang  Untuk Dukung Akses Informasi Pemerintah dan Masyarakat di Kampung

LINTAS PAPUA - Senin, 2 Desember 2019 - 04:05 WITA
Gustaf Griapon : Teknologi Visat Dipasang  Untuk Dukung Akses Informasi Pemerintah dan Masyarakat di Kampung
 ()
Penulis
|
Editor

SENTANI  (LINTAS PAPUA)  –

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Infokom Kabupaten Jayapura, Gustaf Griapon, ST., mengatakan pihaknya sebagai fasilitator dalam penyedia jasa layanan internet kampung, saat ini hanya sampai kepada pemerintahan distrik. Sementara kampung memiliki pemerintahan yang otonom dan dapat berdiri sendiri dengan ketersediaan anggaran yang cukup besar.
 
“Keuntungan pemerintah daerah saat ini yang bekerjasa dengan APJII adalah, anggota ISPnya ada 500 orang, sementara yang menggunakan IP publik ada 1500 orang. Jumlah 500 anggota ISP ini memanfaatkan tehnologi Visat dan ini sangat cocok dengan letak geografis Kabupaten Jayapura,” ujar Gustaf Griapon.

 

Gustaf yang juga Ketua Alumni USTJ Papua ini menambahkan,  bahwa  di setiap distrik sudah kami pasang fasilitas internet melalui teknologi visat, saat ini yang kami dorong adalah pemanfaatan teknologi ini oleh pemerintah distrik kepada kampung-kampung yang ada di bawahnya.

 

Proses penyaluran jaringan internet hingga ke kampung oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura melalui Dinas Informasi dan Komunikasi (Kominfo) bersama Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) tidak menggunakan sarana Viber Optik (VO) tetapi menggunakan jaringan Visat.

 

Sementara itu, Ketua Bidang Event dan Media Manajemen APPJI, Muhamad Rifan mengatakan, kondisi geografis di Kabupaten Jayapura tidak memungkinkan untuk menggunakan jaringan VO. Sehingga pihaknya akan berupaya untuk menggunakan tehnolog visat untuk menjangkau seluruh kampung-kampung di Kabupaten Jayapura.

 

“Sisitemnya bagi hasil dengan pemerintah kampung, artinya ada investasi yang disimpan oleh pemerintah kampung. Jadi angaran desa yang digunakan dalam pembiayaan operasional pelayanan internet tidak hilang begitu saja,” ujar Muhamad Rifan di Sentani. Jumat (15/11/2019).

 

Dikatakan, investasi yang dibuat nantinya melalui kerja sama  antara APJII dan  Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) di setiap kampung. Jadi layanan internet ini tidak hanya dinikmati oleh Pemerintah Kampung saja tetapi juga semua masyarakat yang berada di kampung itu.

 

“Partisipasi masyarakat dibutuhkan dalam hal ini, sehingga proses layanan internet benar-benar berjalan dan menjawab semua kebutuhan masyarakat,” katanya. (***)

Tinggalkan Komentar

Close Ads X
123