DPRD Keerom Mulai Bahas RAPBD 2020, Bupati Markum Sampaikan Target PAD Capai Rp. 1 Triliun Lebih

0
463
Suasana Sidang Paripurna dalam rangka Pembahasan RAPBD Keerom Tahun 2020 yang dilakukan di Ruang Sidang DPRD Keerom, Senin (25/11/2019) kemarin. (Arief /LPC)

KEEROM (LINTAS PAPUA) – Sesuai rencana dan target, DPRD Keerom mulai membahas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) keerom Tahun 2020. Hal ini ditandai dengan dilakukannya pembukaan sidang paripurna massa sidang III DPRD Kab. Keerom yang dipimpin Ketua DPRD Keerom, Bambang Mujiono, SE.

Pembukaan siding dilakukan pada Senin (25/11/2019) bertempat di Aula DPRD Keerom. Turut hadir dalam sidang tersebut Bupati Keerom, Muh. Markum, SH, MH, MM, Sekda Keerom, Drs. Blasius Waluyo Sejati, MM, Waket II DPRD Keerom, Sigit Widodo, dan tamu undangan lainnya.

Suasana Sidang Paripurna dalam rangka Pembahasan RAPBD Keerom Tahun 2020 yang dilakukan di Ruang Sidang DPRD Keerom, Senin (25/11/2019) kemarin. (Arief /LPC)

Ketua DPRD Keerom dalam pidato pembukaan sidang paripurna massa sidang III DPRD Kab. Keerom tentang rancangan peraturan daerah anggaran pendapatan daerah dan belanja daerah (RAPBD) tahun anggaran 2020 menyampaikan bahwa dengan telah disampaikannya Rencana Kerja Pemerintah Daerah sebagai Gambaran Umum Struktur APBD Tahun Anggaran 2020 maka DPRD diharapkan mampu mengkritisinya.

‘’Yang akan menjadi kritis bagi DPRD adalah struktur pendapatan dan dari sisi belanja, dan hal-hal yang menjadi kebijakan daerah, yang dialokasikan dari pendapatan kepada SKPD-SKPD yang di pandang perlu untuk meningkatkan mutu pelayanan dasar kepada masyarakat dan kebijakan-kebijakan pemerintah lainnya,’’ujarnya.

Selain itu ia mengingatkan bahwa belanja pemerintahan urusan wajib hendaknya diprioritaskan untuk melindungi dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dalam upaya memenuhi kewajiban daerah yang diwujudkan dalam bentuk peningkatan pelayanan dasar berdasarkan standar Pelayanan Minimal yang telah ditetapkan.

‘’Dalam penyusunan APBD pada prinsipnya didasarkan pada kebutuhan penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menjadi. kewajiban daerah; Berpedoman pada RKPD, KUA dan PPAS, Tepat waktu, sesuai dengan tahapan dan jadwal yang telah ditetapakan,’’pesannya.

Suasana Sidang Paripurna dalam rangka Pembahasan RAPBD Keerom Tahun 2020 yang dilakukan di Ruang Sidang DPRD Keerom, Senin (25/11/2019) kemarin. (Arief /LPC)

Sementara itu, Bupati Keerom, Muh. Markum, SH, MH, MM, pada pidato pengantar nota keuangan atas materi Raperda tentang APBD tahun anggaran 2020 menyampaikan beberapa hal.

‘’Dari target pendapatan daerah Tahun 2020 sebesar Rp 1.047.203.116.279,60 yang berasal dari kontribusi PAD (Pendapatan Asli Daerah) hanya 3,22 %, lain-lain pendapatan daerah yang sah bagi hasil pajak dari Provinsi Papua sebesar 24,05 % sedangkan kontribusi terbesar berasal dari dana perimbangan yakni 72,72 %, hal ini menunjukan bahwa tingkat kemandirian Pemerintah Daerah kabupaten Keerom masih mempunyai ketergantungan yang cukup besar dari Pemerintah Pusat,’’  tandasnya. (arief/LPC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here