Rudi Saragih Membantah Statment Hengky Jokhu Terkait 2 Pembangunan TPI di Netar dan Depapre

0
286
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Jayapura, Ir. Rudi A. Saragih. Ketua LSM Papua Bangkit, Ir. Hengky Jokhu. (Irfan /LPC)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Jayapura, Ir. Rudi A. Saragih, merespon pernyataan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Papua Bangkit Ir. Hengky Jokhu, terkait dua pembangunan tempat pelelangan ikan (TPI) di Netar dan di Depapre yang dianggap mubazir dan tidak memberikan manfaat lebih kepada masyarakat, serta membuat puluhan miliar uang terbuang percuma alias sia-sia.

Menanggapi pernyataan Hengky Jokhu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Jayapura, Ir. Rudi A. Saragih membantah tudingan tersebut. Sehingga Kadis Rudi Saragih pun menjelaskan, untuk dua bangunan yang dimaksud pembangunannya itu tidak mubazir. Yang ide awalnya dibangun membantu memasarkan ikan Nila hidup dari masyarakat, namun kenyataannya aktivitas jual beli tidak seperti harapan. Dikarenakan, ikan hasil tangkapan nelayan telah habis terjual sebelum dibawa ke tempat pelelangan ikan.

“Setelah dibangun ternyata faktanya lain, ikan-ikan ini yang langsung dibeli dipenangkarannya di danau. Jadi, tidak sempat dibawa ketempat pelelangan. Itu artinya, nelayan tidak butuh pemerintah dalam proses penjualannya,” kata pria yang akrab disapa Saragih ini saat ditemui di Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (26/11/2019) kemarin.

Dirinya menambahkan, saat ini tempat pelelangan ikan telah dimanfaatkan untuk pemasaran hasil olahan ikan. Hanya saja sifatnya tidak rutin setiap hari. Sementara itu, untuk tempat pelelangan ikan yang ada di Depapre, saat ini masih terus dibangun. Meski sudah dibangun sejak 2007 lalu, namun nyatanya sampai saat ini sejumlah fasilitas belum lengkap dan itu terus dibangun.

“Saya masuk 2015 bangun dermaganya, ditahun 2018 kami bangun coolstroragenya dan sekarang itu bangun tempat SPBM nya,” ungkap Rudi Saragih.

Sementara terpisah, Ketua LSM Papua Bangkit, Ir. Hengky Jokhu menilai pembangunan pelelangan ikan (TPI) di Netar mubazir dan tidak punya manfaat lebih kepada masyarakat. Sebab, sejak dibangun tahun 2007 hingga saat ini tidak ada aktivitas pelelangan ikan oleh masyarakat dari hasil tangkapan ikan di danau sentani.

“Kita lihat juga di Depapre, tempat pelelangan ikan yang dibangun di atas gunung itu ikannya di laut dan pembangunannya di gunung, tidak pernah ada nelayan yang angkat ikan dari laut ke gunung. Jadi, semua itu mubazir dan puluhan milyar uang dibuang percuma. Juga kita bisa lihat kawasan fermentasi coklat (Kakao) yang ada di Yahim, sampai hari ini tidak pernah ada satu orang pun yang pergi mengeringkan biji-biji coklat disana,” bebernya belum lama ini kepada awak media dalam rilisnya yang juga meminta APBD Induk Kabupaten Jayapura tahun 2020 wajib dipublikasikan.

Sehingga kata pria yang pernah menjabat Ketua Kadin Kabupaten Jayapura ini, pembangunan dimaksud sifatnya hanya proyek tidak penting dan tidak bermanfaat bagi masyarakat, hanya sekedar membangun dan dianggap hanya buang-buang uang Negara. (Irf / LintasPapua.Com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here