Ketika Aksi Protes Pengusaha Asli Papua dan Kadis Pekerjaan Umum Tidak Ada Titik Temu

0
894
Sejumlah Pengusaha saat melakukan protes depan kantor Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Papua. (Andrew /LPC)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Orang Papua Tidak ada titik temu antara Pengusaha Asli Papua bersama Kepala dinas Pekerjaan umum Provinsi terkait Perpres no.17 tahun 2019 dan Pergub no.14 tahun 2019 tentang Pekerjaan penunjukan langsung, menyebabkan dua Pengusaha asli papua di pukul hingga babak belur oleh orang tidak jelas. di Halaman Kantor Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Papua, di Dok II Jayapura, Senin 25/11/2019.

Permasalahan ini terjadi ketika puluhan pengusaha asli Papua mendatangi kantor dinas pekerjaan umum provinsi papua guna meminta kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Gerius Yoman agar merealisasikan pekerjaan proyek berskala kecil yang sudah dilakukan sejak pengesahan anggaran induk APBD sampai anggaran perubahan, dimana sudah di janjikan bahwa akan direalisasikan di tahun 2019 ini kurang lebih 400 proyek kecil yang tersebar di kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom dan sebagian diwilayah pegunungan papua untuk di kerjakan.

Permintaan ini di respon kepala dinas pekerjaan umum Gerius Yoman dengan menemui Para pengusaha asli papua di aula kantor dinas pekerjaan umum provinsi papua dan Ia menyampaikan klarifikasi tentang pemindahan proyek 2019 ke tahun anggaran 2020 kepada pengusaha asli Papua.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Forum Pengusaha Asli Papua, Soni Wanma mengatakan, bahwa pernyataan nya dianggap tidak memiliki dasar hukumyang tepat dari kesepakatan awal yang dirinya katakan kepada pengusaha.

Hal tersebut mengundang protes puluhan Pengusaha asli Papua di depan kantor dinas pekerjaan umum provinsi papua dan mendapatkan perlawanan fisik dari belasan orang suruhan dengan menggunakan panah dan alat tajam lainya yang mengakibatkan dua Pengusaha asli papua mengalami Cedera berat atas nama Amon Wakris dan Jems Tanawani yang dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis,”ujar  Soni Wanma.

Sementara itu ditempat yang sama Rita Ayomi, salah satu saudara korban mengatakan agar kepala dinas pekerjaan umum harus bertanggung jawab atas kasus kekerasan yang mengakibatkan saudara mereka terkapar di rumah sakit dan kepada pihak kepolisian agar usut tuntas cara cara premanisme yang di pakai dinas pekerjaan umum provinsi papua,ungkap Rita dengan penuh kesal. (Andrew/LPC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here