Bupati Mathius Awoitauw Harapkan Dewan Percepat Penetapan APBD 2020

0
267
Bupati Kabupaten Jayapura Mathius Awoitauw, SE, M.Si, saat menyerahkan berkas APBD Kabupaten Jayapura Tahun 2020 kepada Ketua DPRD Kabupaten Jayapura, Klemens Hamo. Irf (LPC)
Bupati Kabupaten Jayapura Mathius Awoitauw, SE, M.Si, saat menyerahkan berkas APBD Kabupaten Jayapura Tahun 2020 kepada Ketua DPRD Kabupaten Jayapura, Klemens Hamo. Irf (LPC)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Pemerintah Kabupaten Jayapura, diminta untuk menciptakan peluang-peluang baru dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), agar dapat mengurangi ketergantungan terhadap Pemerintah Pusat.

Permintaan itu disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Jayapura, Klemens Hamo dalam pidato pembukaan Rapat Paripurna V Masa Sidang III Tahun 2019, Senin (25/11/2019).

Menurut Klemens, pemaksimalan PAD sangat penting demi mengurangi ketergantungan terhadap Pemerintah Pusat dan juga menekan terjadinya defisit APBD pada tahun ini. Sehingga kondisi keuangan di tahun yang akan datang bisa lebih baik lagi.

“Kami berharap Pemkab Jayapura melalui dinas terkait terutama BAPPENDA bisa menciptakan peluang-peluang baru untuk meningkatkan pendapatan kita, terutama dari PAD,” ucapnya.

“Sehingga per Desember 2019 nanti target-target terpenuhi dan keuangan daerah jadi lebih baik lagi. Berkaitan dengan pengajuan materi persidangan berupa nota keuangan, serta Rancangan Peraturan Daerah (RAPERDA) yang perlu mendapat perhatian kita. Karena sampai saat ini pendapatan daerah merupakan unsur penting untuk wujudkan otonomi daerah yang nyata dan bertanggung jawab,” lanjutnya.

Rapat Paripurna V Masa Sidang III ini juga dihadiri oleh Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, SE, M.Si, Sekda Kabupaten Jayapura Dra. Hanna S. Hikoyabi, para Asisten, Kepala OPD, Pimpinan BUMN/BUMD, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, perwakilan organisasi Wanita, lembaga swadaya masyarakat dan insan pers.

Menurut politisi Partai NasDem ini, disisi lain di dalam anggaran belanja, ternyata anggaran belanja aparatur masih cukup besar. Tetapi, sudah diimbangi dengan anggaran belanja pelayanan publik, apalagi diketahui tuntutan pembangunan dari tahun ke tahun terus meningkat sesuai dengan perkembangan zaman.

“Untuk kepentingan kelancaran pembahasanan materi persidangan, masih ada hal-hal yang perlu dijelaskan dari pihak Eksekutiv. Jadi kiranya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura dapat memberikan penjelasan melalui rapat dengar pendapat (RDP) atau hearing saat ini,” sebutnya.

Tak lupa, Klemens mengajak, kepada para anggota dewan serta alat kelengkapan dewan maupun fraksi-fraksi dapat menjalankan tugas serta fungsi yang dibebankan kepada anggota parlemen lebih utamakan aspirasi rakyat ketimbang kepentingan golongan atau pribadi.

Usai sidang, Bupati Kabupaten Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, menuturkan setelah sidang dibuka menunjukkan dalam waktu dekat APBD Kabupaten Jayapura Tahun 2020 sudah bisa ditetapkan, kemungkinan tidak akan molor dari waktu yang ditetapkan.

“Kalau lewat kita bisa kena sanksi, kita lihat Anggota DPR yang baru ini sangat optimis dan bersemangat. Oleh karena itu, kami yakin beberapa hari ini mereka bisa bahas dan bisa selesaikan tepat waktu,” tukasnya. (Irf/Lintas Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here