Jimmy Fitowin Terpilih Pimpin  PGRI Kabupaten Jayapura : Siap Jadi Mitra Pemerintah dan Menjembatani Kepentingan Guru

0
582
Pasca terpilihnya pimpinan baru Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Jayapura, Jimmy Fitowin, kini organisasi guru tersebut bertekad untuk menjembatani seluruh kepentingan guru dengan kebijakan pemerintah. Tampak Jimmy Fitowin saat memberikan sambutan usai dirinya terpilih dalam sebuah proses demokrasi oleh para guru se Kabupaten Jayapura, pada tanggal 21 November 2019 lalu. (Foto Istimewa)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Pasca terpilihnya pimpinan baru Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Jayapura, Jimmy Fitowin, kini organisasi guru tersebut bertekad untuk menjembatani seluruh kepentingan guru dengan kebijakan pemerintah.

Jimmy Fitowin, yang juga Kepala SMP Satu Atap Tarfia Distrik Demta, mengatakan, bahwa mengembalikan marwah organisasi guru yang sesungguhnya pasca terpilihnya sebagai ketua itu sudah menjadi suatu keniscayaan. Sebab, organisasi PGRI ini bukan oposisi pemerintah namun harus menjadi jembatan antara kepentingan guru dengan kebijakan pemerintah.

“Pertama-tama, kita akan kembalikan marwah organisasi yang sesungguhnya. Yakni, PGRI bukan oposisi pemerintah, tapi PGRI akan menjadi jembatan untuk menjembatani antara kepentingan guru dengan kebijakan pemerintah. Sehingga kedua hal ini tidak saling berbenturan, dan ketika ada hal yang (mungkin) berpotensi ke arah itu, PGRI masuk untuk mencari solusi serta memberikan diskusi-diskusi untuk mencari solusi-solusi yang terbaik,” tegasnya, kepada wartawan media online ini, dibalik telepon selulernya, Minggu (24/11/20119) kemarin petang.

Tancap Gas Langsung Bekerja. Ketua PGRI Kabupaten Jayapura, Jimmy Fitowin bersama Prof Dr H. Supardi U. S. MM. M.Pd salah satu Ketua Bidang PB PGRI Pusat, dalam rangka verifikasi pejabat daerah yang akan menerima penghargaan karena dianggap telah melakukan gebrakan – gebrakan pembangunan di bidan pendidikan, yang berlangsung di Hotel Sunni Garden Lake Sentani, Kabupaten Jayapura, pada tanggal 22 November 2019. (Foto Istimewa)

“Mungkin beberapa waktu lalu PGRI tidak pernah memainkan peran ini, sehingga dengan kepercayaan dari teman-teman yang diberikan kepada saya sebagai ketua PGRI, saya berharap untuk bisa menjadi jembatan emas antara kepentingan guru dengan kebijakan pemerintah daerah,” sambung pria yang akrab disapa Jimmy.

Lanjut Jimmy menyampaikan, organisasi PGRI bukan menjadi satu batu loncatan untuk masuk ke jabatan birokrasi. Itu yang harus di catat secara baik oleh seluruh anggota dan pengurus PGRI lainnya. Terkadang kepentingan seperti ini yang membuat PGRI yang menjadi korban.

“Sehingga kehadiran saya di PGRI tidak akan menggunakan cara-cara seperti itu, karena saya tidak ada niat sama sekali untuk masuk ke jabatan birokrasi. Tetapi, saya bagaimana bawa organisasi (PGRI) ini menempatkan dia dan kembalikan dia ke marwah yang sesungguhnya,” kata Jimmy.

Ketua PGRI Kabupaten Jayapura, Jimmy Fitowin Bersama Sekretaris PGRI Prov Papua, Jerry Lang, MBA, M.Pd., yang juga Kepala SMA Kristen Kalam Kudus, dalam rangka koordinasi soal percepatan pelantikan PGRI Kab Jayapura yang akan dilakukan beberapa hari lagi ke depan. (Foto Istimewa)

“Soal jabatan birokrasi itu jalan Tuhan, jadi Tuhan lah yang menentukan. Kita kerja saja, nanti atasan yang menilai dan Tuhan yang menentukan. Dikarenakan selama ini dan dimanapun orang jadikan PGRI sebagai batu loncatan. Namun bagi diri saya itu tidak ada sama sekali dan saya akan merubah paradigma seperti itu,” sambung pria yang pernah menjadi wartawan di salahsatu media cetak lokal terbesar di Papua ini.

Menurutnya, PGRI harus menjadi mitra pemerintah dan anggota PGRI harus bisa meneropong persoalan-persoalan pendidikan yang ada di akar rumput. “Kita harus meneropong, itu maksudnya adalah memberikan data yang akurat, valid dan otentik. Serta pemerintah yang merancang sebuah resep untuk kita bersama-sama menggempur kebodohan, kemiskinan dan ketertinggalan dalam rangka peningkatan indeks pembangunan manusia di Kabupaten Jayapura,” tuturnya.

Jimmy menambahkan, segala persoalan yang ada di tubuh PGRI Kabupaten Jayapura sudah semestinya harus diselesaikan. Hal ini demi kemajuan organisasi serta berjalannya roda organisasi dengan baik.

“Ke depan saya harus mempersiapkan rumah atau gedung sekretariat khusus untuk PGRI. Karena diskusi untuk membahas segala persoalan yang terjadi selama ini tidak boleh terjadi di pinggir-pinggir jalan. Kita ini organisasi besar yang harus punya istana dan rumah pribadi sendiri. Itu target saya yang paling utama, kemudian target kedua saya itu harus transparan dalam sisi anggaran. Orang itu hebat dalam program primadona apapun yang dia lakukan, tapi kalau tidak transparan dalam sisi keuangan itu tetap dia dikatakan gagal,” bebernya.

“Dan, saya tidak ingin masuk dalam kategori pemimpin yang seperti itu. Semua akan transparan jelas, baik itu input atau output keuangan itu harus jelas. Hal itu untuk membangun kembali kepercayaan terhadap teman-teman guru yang ada di PGRI,” tukas Jimmy Fitowin. (Irf / LintasPapua.Com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here